IHRAM.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Masjid tertua di San Francisco, Amerika Serikat (AS), dirusak pada Jumat malam lalu setelah seseorang melemparkan botol bir melalui jendelanya. Kendati telah mendapat serangan, namun pihak masjid dan Muslim setempat justru mengundang penyerang untuk melakukan percakapan terbuka guna mencapai pemahaman yang lebih baik tentang peran masjid di komunitas Islam.
Ulama yang juga salah satu dewan direktur Islamic Center of San Francisco, Shahbaz Shaikh (30), mengatakan bahwa komunitas tersebut terguncang. Ia lantas menegaskan pentingnya masjid di komunitas Islam. Karena itu, Syaikh mengundang penyerang untuk datang untuk berdialog dengan mereka.
"Saya berharap kami dapat menjangkau siapa pun yang melakukannya dan mendidik mereka tentang siapa kami, dan apa yang kami wakili. Kami sebenarnya mengajak individu ini untuk berdialog dan melakukan percakapan sebagai manusia," kata Shaikh seperti dilaporkan San Francisco Chronicle, dilansir di laman About Islam, Selasa (16/11).
Masjid ini didirikan pada 1959 sebagai Masjid pertama di San Francisco Bay Area. Islamic Center of San Francisco berfungsi sebagai pusat komunitas dan keagamaan bagi umat Islam.
Shaikh menambahkan bahwa masjid ini telah menerima curahan dukungan dan pesan sosial dari tetangganya. Sementara itu, pejabat masjid juga meminta sumbangan dari komunitas untuk mengganti jendela dan meningkatkan sistem kamera.
"Kami ingin memperkuat keamanan kami di sekitar masjid, untuk membuat semua orang merasa nyaman," kata Shaikh.
Sementara itu, halaman donasi yang dibuat oleh pihak masjid ini juga menunjukkan sikap mereka dalam menanggapi insiden serangan tersebut.
"Tindakan kebencian ini tidak akan mengguncang ICSF, kami telah menjadi bagian dari San Francisco sejak 1950-an dan akan terus tetap di sini bekerja untuk komunitas."
Sikap yang diambil Muslim dan pihak masjid di San Francisco ini untuk memaafkan penyerang adalah langkah yang sejalan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Salah satu sifat moral yang dianjurkan dalam Alqur'an adalah pengampunan. Seperti dinyatakan dalam Alquran surat Al A'raf ayat 199, yang berbunyi, "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
Kisah-kisah Muslim yang memaafkan penyerang mereka cukup umum dan banyak yang menjadi berita utama. Pada Mei 2021, anggota pusat Islam lokal di Moorhead, Minnesota, mengatakan mereka telah memaafkan seorang pria yang dituduh merusak masjid mereka dengan grafiti rasis dan anti-Islam.
Pihak masjid tersebut mengundang dia dan keluarganya untuk mengunjungi masjid. Pada September 2018, seorang wanita muda Muslim Kanada, yang diserang di kereta tahun lalu, memaafkan penyerangnya dan mengatakan bahwa dia telah mulai 'mengubah dunia'.
Pada Desember 2017, komunitas Muslim di Fort Smith, Arkansas, juga memaafkan seorang pelaku pengrusakkan yang menyerang masjid mereka, dan memberinya tiket kebebasan.