Pemukim Zionis Kembali Berulah, Bentrok Akhirnya Pecah

Selasa , 23 Nov 2021, 23:02 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Tindakan pemukim zionis Yahudi mendapat pengawalan militer. Pemukim Yahudi di Israel (ilustrasi)
Tindakan pemukim zionis Yahudi mendapat pengawalan militer. Pemukim Yahudi di Israel (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, YERUSALEM—Pemukim Zionis kembali berulah dengan menyerang Masjid Al Aqsa dan memantik bentrokan dengan warga Palestina. 

 

Terkait

Dengan dukukan pasukan militer Israel, para pemukim melanjutkan tindakan permusuhan mereka dan mencemarkan kesucian Masjid Al Aqsa. 

Baca Juga

Menurut laporan pers lokal, pemukim Zionis meneriakkan slogan-slogan anti-Islam setelah menyerang Masjid Al Aqsa. Tak lama setelah serangan brutal Zionis, bentrokan antara mereka dan warga Palestina pecah. 

Mohammad Hamadeh, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, baru-baru ini mengumumkan bahwa gerakan tersebut telah mengeluarkan seruan untuk kesiapan publik dalam membela Masjid Al Aqsa. 

Anggota senior Hamas tersebut menyatakan bahwa tindakan permusuhan pemukim Zionis dalam melancarkan serangan brutal terhadap Masjid Al Aqsa sepenuhnya terorganisasi dan telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan rencana. Namun ironinya, polisi Zionis justru mendukung para pemukim.

Sebelumnya, setidaknya sekitar 100 pemukim Yahudi, termasuk mahasiswa institut Ibrani bersama pengawalan polisi, melakukan upacara keagamaan di Masjid Al Aqsa. 

Mereka diketahui masuk secara berkelompok melalui Gerbang Maghariba, di saat seluruh Muslim dilarang memasuki Masjid Al Aqsa.  

Masjid Aqsa dilaporkan mengalami penodaan setiap hari oleh pemukim Yahudi dan pasukan polisi di pagi dan sore hari kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. 

Mereka secara rutin melakukan ritual keagamaan mereka di Al Quds, yang menurut kepercayaan Yahudi merupakan Bait Suci yang dibangun Nabi Sulaiman. 

Selain waktu tur pagi warga Yahudi, biasanya dimulai pukul 10.30 pagi, polisi Israel akan menutup gerbang al-Maghariba. Gerbang akan dibuka kembali pada sore hari untuk ibadah malam para pemukim Yahudi. 

Selama kehadiran pemukim di dalam kompleks Masjid, hanya jamaah Muslim yang dikenakan pembatasan atau bahkan dilarang masuk ke masjid. 

Muslim diwajibkan meninggalkan kartu identitas mereka di pintu masuk dan hanya dapat mengambilnya kembali ketika meninggalkan masjid.   

 

Sumber: mehrnews 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini