UEA Sarankan Warganya tidak Bepergian Selama Libur Natal

Jumat , 26 Nov 2021, 15:59 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Gerbang pintar Bandara Dubai.
Gerbang pintar Bandara Dubai.

IHRAM.CO.ID, ABU DHABI -- Pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) mendesak warga dan penduduk untuk berlibur di rumah pada Hari Nasional dan Natal ini di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di luar negeri. Dr Farida Al Hosani, juru bicara kesehatan pemerintah, mengatakan perjalanan diizinkan tetapi tidak disarankan, mengingat tingginya tingkat infeksi Covid-19.

 

Terkait

Farida mengatakan bahwa ada banyak kesempatan untuk bepergian, dengan hari libur umum yang akan datang yakni pada akhir minggu depan untuk merayakan Hari Nasional dan liburan musim dingin tiga minggu pada Desember nanti.

“Covid-19 belum berakhir”, tegasnya di Twitter dan dilansir dari The National News, Jumat (26/11).

Farida melanjutkan bahwa, peningkatan kasus dan kematian telah kembali terjadi di banyak negara karena vaksinasi yang buruk dan kelalaian dalam menjaga prosedur kesehatan dan keselamatan.

“Bepergian diperbolehkan, tetapi bepergianlah dengan kesadaran dan perencanaan. Jangan sampai diri Anda dan orang lain terkena komplikasi Covid-19 atau komplikasi peningkatan kasus yang menyebabkan larangan dan penutupan. Dan jangan lupa pakai masker,” ujarnya.

Dia menyarankan agar orang harus tinggal di UEA dan menikmati cuaca yang baik sebagai gantinya. “Yang terbaik adalah berlibur di dalam negeri dan menikmati cuaca yang indah dan tempat-tempat yang indah," katanya.

Eropa kini telah mengalami lonjakan kasus gelombang infeksi baru yang mematikan. Apa yang dialami Eropa saat ini menjadi pelajaran bagi banyak negara untuk menerapkan kembali pembatasan ketat untuk membendung penyebaran virus.

Minggu ini Austria memasuki penguncian. Jerman juga mengalami lonjakan kasus baru, dan menteri kesehatan negara itu telah memperingatkan pada akhir musim dingin hampir semua orang di Jerman mungkin akan divaksinasi, pulih atau mati.

Dalam unggahan Instagramnya, Dr Farida mengatakan tidak menyarankan siapapun untuk bepergian ke negara mana pun di mana ada larangan di dalamnya, bahkan jika itu jauh dari daerah yang ingin dikunjungi.

"Anda harus tahu bahwa ketidakstabilan kasus di negara ini adalah bahaya besar dan Anda harus mempertimbangkan konsekuensinya. Karena itu, evaluasi kembali situasinya dan ubah tujuan," kata Farida.

Farida kemudian menyebutkan beberapa faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah:

1. Kesehatan wisatawan. “Apakah saya atau anggota keluarga saya salah satu kelompok yang paling rentan terhadap komplikasi perjalanan? Jika salah satu dari mereka termasuk dalam kategori ini, saya menyarankan Anda untuk meninjau kembali prioritas Anda,” tulisnya.

2. Tujuan perjalanan dan jenis acara (yang akan dihadiri), “Kenyamanan dan pariwisata dapat dihindari karena bersifat opsional dan dapat ditunda atau diganti dengan destinasi lokal yang lebih baik untuk sementara waktu.”

Farida menyarankan pemerintah UEA melakukan suntikan vaksin Covid-19 ketiga sebagai booster untuk melindungi “kesejahteraan penduduk” karena negara-negara di seluruh dunia dilanda gelombang infeksi baru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini