Ziswaf Berpotensi Memicu Pertumbuhan Ekonomi

Jumat , 03 Dec 2021, 10:50 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Zakat. Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi Zakat. Republika/Thoudy Badai

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, mengatakan, dana sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) bentuk ibadah sosial keagamaan. Ziswaf juga merupakan salah satu instrumen ekonomi yang berpotensi besar terhadap kehidupan sosial, pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan dan pemicu pertumbuhan ekonomi.

 

Terkait

Tarmizi mengatakan, jika menelaah potensi zakat nasional yang dipublikasikan oleh Pusat Kajian Strategis Baznas 2019 mencapai Rp 23,3 triliun. Begitupula dengan potensi valuasi aset wakaf di Indonesia mencapai Rp 2050 triliun. Data saat wakaf ini tercatat 420.880 lokasi tanah wakaf dengan jumlah luas mencapai 56.043,23 hektare. Serta potensi wakaf uang mencapai Rp 71 triliun.

Baca Juga

"Maka potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui sinergi program bersama khususnya dana Ziswaf serta antara Kemenag, Baznas, BWI, LAZ, Forum Organisasi Zakat, Forum Wakaf Produktif dan stakeholder lainnya seperti Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian ATR/BPN, KNEKS, Bank Indonesia, OJK, Kementerian Sosial dan lain-lain," kata Tarmizi saat pidato pada Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat Wakaf 2021 di Kemenag, Kamis (2/12) malam.

Ia menegaskan, sinergi semua pihak tersebut bisa mengoptimalkan potensi Ziswaf nasional. Kemenag sebagai pemangku kebijakan memiliki kepentingan dalam mendorong optimalisasi sektor Ziswaf, dalam rangka mencapai optimalisasi potensi Ziswaf. Maka Kemenag terus berikhtiar membuat kebijakan dan melakukan program inovasi dan inovatif, di antaranya membuat festival literasi zakat dan wakaf.

Tarmizi menerangkan, festival literasi zakat wakaf 2021 dibagi dalam dua fase. Yaitu fase awareness dan fase festival. Fase awareness bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman awal mengenai zakat dan wakaf serta tujuan diadakannya festival literasi zakat wakaf.

"Pelaksanaan fase awareness terdiri dari pembuatan audio drama dan soundtrack literasi zakat wakaf melalui platform inspigo, kick off/ press conference festival literasi zakat wakaf, promosi event festival di inspigo, promosi event festival di platform sosial media Kemenag, Bimas Islam dan literasi zakat wakaf serta sosial media partner lainnya," ujarnya.

Tarmizi mengatakan, fase kedua yaitu pelaksanaan kegiatan webinar nasional, ekspert talk, coaching class, digital eksebisi. Kamis (2/12) malam ini merupakan acara puncak perhelatan festival literasi zakat wakaf. Ada beberapa apresiasi sebagai bentuk penghargaan diberikan kepada para pegiat zakat dan wakaf yang berpartisipasi dalam program-program yang digulirkan.

Ia mengatakan, malam ini juga diluncurkan program digital exhibition zakat dan wakaf, KUA percontohan ekonomi umat, pilot project inkubasi wakaf produktif, dan sistem akuntansi zakat. Serta penandatanganan nota kesepahaman dalam program KUA percontohan ekonomi umat dengan LAZ Al Azhar, Inisiasi Zakat Indonesia, Rumah Zakat. Serta penandatanganan nota kesepahaman pilot project inkubasi wakaf produktif dengan forum wakaf produktif.

"Ada agenda pemberian apresiasi bagi agent of change ekonomi syariah yang berprestasi, seperti provinsi dengan penghimpunan wakaf uang terbesar, kampung zakat terbaik, dan LAZ dengan kontribusi terbaik dalam program kampung zakat," jelasnya.

Tarmizi berharap, rangkaian agenda ini dapat meningkatkan partisipasi umat Islam dalam melaksanakan Ziswaf, terutama generasi muda dan milenial. Semoga langkah ikhtiar ini dapat menjadi amal ibadah dan bermanfaat bagi umat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini