Terselamatkannya Paviliun Expo 2020 Afghanistan

Jumat , 03 Dec 2021, 13:31 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
 Orang-orang mengunjungi situs EXPO selama hari pertama EXPO 2020 Dubai di emirat Teluk Dubai, Uni Emirat Arab pada 01 Oktober 2021. 192 negara mengambil bagian di paviliun mereka di EXPO 2020 Dubai yang merupakan Expo internasional pertama yang diadakan di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA) yang berlangsung antara 01 Oktober 2021 dan 31 Maret 2022.
Orang-orang mengunjungi situs EXPO selama hari pertama EXPO 2020 Dubai di emirat Teluk Dubai, Uni Emirat Arab pada 01 Oktober 2021. 192 negara mengambil bagian di paviliun mereka di EXPO 2020 Dubai yang merupakan Expo internasional pertama yang diadakan di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA) yang berlangsung antara 01 Oktober 2021 dan 31 Maret 2022.

Paviliun memamerkan 300 barang antik dan artefak, semuanya dari koleksi pribadi Rahimy yang ia bawa dari Austria. Daftar tersebut mencakup koleksi karpet, batu, perhiasan, keris, pedang, pakaian tradisional, dan kalung emas dan perak abad ke-15.

 

Terkait

“Kami memiliki toko yang sangat besar di Austria yang menjual kerajinan tangan, perhiasan, dan batu. Saya memiliki sekitar 2.600 item di sana tetapi hanya berhasil membawa 300 ke sini ke Expo. Kami akan menjaga mereka di sini sampai akhir Expo 2020," ujar Rahimy.

Paviliun, katanya, dirancang dan diselesaikan dalam tiga hari dengan saudara laki-laki dan putranya. Mereka bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan pekerjaan meskipun ada berita harian keluar dari tanah airnya.

Pemerintahan Taliban belum diakui oleh negara manapun atau PBB di mana kursi Afghanistan masih dipegang oleh perwakilan pemerintah sebelumnya, Duta Besar Ghulam Isaczai.

Menyusul jatuhnya pemerintahan Ghani, hampir 10 miliar dolar aset Afghanistan dibekukan oleh Amerika Serikat, sebuah langkah yang menurut organisasi bantuan internasional dan para ahli dapat menyebabkan malapetaka.

Terlepas dari ketidakpastian politik, Rahimy senang melihat paviliun berfungsi dan membantu meningkatkan citra negara di benak mereka yang berkunjung.

"Orang-orang yang datang ke paviliun ini hanya memikirkan hal-hal negatif tentang Afghanistan. Tapi ketika masuk ke paviliun, pikiran mereka berubah karena melihat budaya Afghanistan,” kata Rahimy.

“Hati saya sakit untuk negara saya, tetapi sementara saya tidak bisa berbuat apa-apa tentang situasi politik, saya dapat mencoba dan mengubah pola pikir orang dan itulah yang saya tuju. Orang-orang yang datang ke sini untuk mengunjungi kami adalah kabar baik bagi kami dan kabar baik bagi Afghanistan," terangnya.