Pandemi Covid-19 Lemahkan Kekuatan China di Indo-Pasifik

Ahad , 05 Dec 2021, 19:44 WIB Reporter :Rizky Jaramaya/Reuters/ Redaktur : Agung Sasongko
 Seorang wanita mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan di depan gedung perkantoran di Kawasan Pusat Bisnis yang diselimuti kabut polusi di Beijing, Kamis, 18 November 2021.
Seorang wanita mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan di depan gedung perkantoran di Kawasan Pusat Bisnis yang diselimuti kabut polusi di Beijing, Kamis, 18 November 2021.

Lowy Institute mengatakan, pandemi telah merusak kemakmuran kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan dan melemahkan kekuatan komprehensif China. Oleh karena itu, China kemungkinan tidak akan menjadi negara yang dominan.

 

Terkait

"Beijing sekarang mungkin kurang membuat kemajuan dari pesaingnya dalam kekuatan komprehensif pada akhir dekade ini. Tampaknya sangat tidak mungkin China akan menjadi dominan seperti Amerika Serikat," kata Lowy Institute.

Lowy Institute mengatakan, hubungan Australia dengan China telah memburuk secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Australia telah mengabaikan kekuatan China yang tumbuh lebih baik daripada kebanyakan mitra AS, dan semakin bergantung pada Washington.

Pada 2018, Australia melarang raksasa teknologi China, Huawei Technologies mengembangkan jaringan telekomunikasi 5G. Hubungan China dan Australia memburuk tahun lalu ketika Canberra menyerukan penyelidikan independen tentang asal usul virus korona. Hal ini memicu serangkaian pembalasan perdagangan dari China.