Zaitun, Tumbuhan yang Diberkati dan Disebut dalam Alquran

Senin , 06 Dec 2021, 14:03 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Zaitun terlihat setelah dipetik petani
Zaitun terlihat setelah dipetik petani

Manfaat Zaitun dalam Pengobatan

 

Sejak 1950-an, manfaat diet Mediterania, yang kaya akan minyak zaitun, telah dipuji-puji. Meskipun selalu dipromosikan sebagai bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol (Assmanm dan Wahrburg), manfaat minyak zaitun kini semakin dikaitkan dengan menurunkan tekanan darah.

Terkait

Penggunaan obat dan kosmetik dari produk zaitun benar-benar mencengangkan. Sebab, minyak zaitun sangat bergizi dan bahkan direkomendasikan oleh ahli gizi untuk meningkatkan keseimbangan lemak dalam darah (Adams, 2001) serta dalam menurunkan kadar kolesterol.

Sebuah studi oleh Dr. Ferrara dan rekan-rekannya dari Frederico II University of Naples, Italia (Ferrera et al., 2000) membandingkan efek dari dua diet rendah lemak yang serupa pada tekanan darah pasien hipertensi.

Satu diet diperkaya dengan extra virgin olive oil, yang tinggi asam lemak tak jenuh tunggal, sementara yang kedua diperkaya dengan jumlah yang sama dari minyak bunga matahari dengan kandungan tinggi asam lemak tak jenuh ganda.

Para pasien yang menjalani diet sebelumnya, semuanya hipertensi, menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan. Hal itu menunjukkan bahwa diet, yang kaya minyak zaitun, tidak hanya dikaitkan dengan tingkat kolesterol yang lebih rendah, tetapi juga dengan tekanan darah yang lebih rendah.

Selain itu, rencana makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang mempromosikan diet rendah sodium dan tinggi lemak tak jenuh, juga merekomendasikan minyak zaitun (National Heart, Lung and Blood Institute, 2003).

Manfaat medis lain dari minyak zaitun berkaitan dengan pemeliharaan sistem pencernaan yang sehat. Institut Kesehatan Universitas Oxford menemukan bahwa minyak zaitun mungkin memiliki efek perlindungan pada perkembangan kanker kolorektal" (Stoneham et al., 2000).

Minyak zaitun secara tradisional telah digunakan untuk mencegah sembelit, membantu 'pembersihan' kantong empedu dan dalam mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan kulit, seperti luka bakar, goresan dan terbakar sinar matahari (Cook, 1934).

Cook, yang menulis pada 1930-an, mengatakan bahwa, "Mereka yang mengenali khasiat obatnya yang luar biasa dan banyak kegunaannya tidak akan pernah gagal untuk menyimpan sebotol minyak zaitun murni di rumah."

Minyak zaitun juga dioleskan ke kulit karena bisa mencerahkan kulit, melembutkan kulit dan digunakan dalam pengobatan eksim dan psoriasis (Khan). Minyak zaitun juga bisa digunakan pada rambut, terutama masalah yang berkaitan dengan "rambut kering dan kulit kepala terkelupas" (Adams, 2001). Selanjutnya, minyak zaitun biasa digunakan untuk pijat dan sebagai minyak pelarut (carrier oil) saat memadukan minyak esensial.

Tidak hanya minyaknya, daun dari pohon zaitu pun memiliki manfaat. Daun pohon zaitun umumnya digunakan oleh herbalis karena sifat antivirusnya. Secara tradisional daun zaitun digunakan untuk mendinginkan demam dengan merebus daun tersebut dan meramu tingtur yang kemudian diminum (Privitera).

Daun zaitun tidak hanya digunakan untuk mengobati kasus demam yang parah, tetapi juga penyakit tropis seperti malaria. Saat ini, ekstrak daun zaitun tersedia dari praktisi kesehatan alami dan diminum dalam bentuk tablet.