Zaitun, Tumbuhan yang Diberkati dan Disebut dalam Alquran

Senin , 06 Dec 2021, 14:03 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Zaitun terlihat setelah dipetik petani
Zaitun terlihat setelah dipetik petani

Sebagai pohon yang diberkati, manfaat zaitun meluas ke penggunaannya sebagai bahan bakar untuk lampu. Sifat minyak zaitun yang bercahaya ini diilustrasikan dengan kuat dalam perumpamaan berikut dalam Alquran, "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nur 24:35).

 

Terkait

Ada beberapa tafsir berbeda terkait zaitun yang tidak berasal dari Timur maupun Barat itu. Salah satu interpretasi tentang itu termasuk distribusi geografis yang luas (bukan timur atau barat) dan juga eksposur dan posisinya dalam kaitannya dengan matahari (terpapar matahari sepanjang hari).

Pohon zaitun, salah satu berkah dari kerajaan tumbuhan, tidak hanya memiliki nilai gizi, obat, dan kosmetik. Bersama dengan semua ciptaan lainnya, zaitun juga memenuhi fungsi keagamaan sebagai tanda-tanda (ayah) kebesaran Allah.

"Dialah yang menurunkan air dari langit; darinya kamu minum dan darinya (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhan yang kamu bawa ternakmu ke padang rumput. Dengan itu Dia menumbuhkan untukmu tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya! Yang demikian itu sungguh merupakan bukti yang nyata dan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berpikir." (QS. An-Nahl 16:10-11).