Trik-Trik Kecurangan dalam Kontes Kecantikan Unta di Arab Saudi 

Kamis , 09 Dec 2021, 20:48 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Kontes kecantikan unta di Arab Saudi merupakan bentuk pelestarian budaya. Festival Unta Arab Saudi Bagikan Hadiah Tunai Rp 201 Miliar
Kontes kecantikan unta di Arab Saudi merupakan bentuk pelestarian budaya. Festival Unta Arab Saudi Bagikan Hadiah Tunai Rp 201 Miliar

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi menggelar kontes kecantikan unta "Festival Unta Raja Abdul Aziz" selama sepekan yang dimulai sejak 1 Desember. Festival Unta Raja Abdul Aziz digelar setiap tahun dan disebut-sebut sebagai festival unta yang terbesar di dunia. 

 

Terkait

Festival ini berlangsung di area 32 kilometer persegi sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Sayangnya pada kontes kecantikan unta tahun ini, pihak penyelenggara menemukan banyak sekali pelanggaran.  

Baca Juga

Dilansir dari Alarabiya, Kamis (9/12), setidaknya 43 peserta ditemukan telah secara artifisial merusak penampilan unta dengan berbagai cara, termasuk menyuntikkan Botox ke bibir mereka. 

Metode manipulasi lainnya termasuk menggunakan karet gelang untuk mendistorsi bagian tubuh, dan menggunakan implan gel. 

Mereka melakukan pelanggaran tersebut untuk memperebutkan hadiah uang sebesar 250 juta riyal saudi atau setara Rp 954 miliar.   

Klub Unta Arab Saudi, yang menyelenggarakan acara tersebut, menggunakan sejumlah metode berteknologi tinggi untuk menilai para pesaing. 

Unta-unta akan diperiksa secara visual untuk ciri-ciri yang diinginkan yang mencakup gaya berjalan dan proporsi fisik sebelum menjalani x-ray, tes ultrasound, dan analisis genetik. 

Klub Unta mengatakan bahwa tingginya jumlah pelanggar yang ditemukan adalah bukti dari “kekuatan dan ketegasan” dalam memerangi perusakan dengan botox. 

Kontes kecantikan unta ini bukan saja terdapat di Arab Saudi, tetapi bermunculan di negara-negara Teluk dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Festival Al Dhafra di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

Melalui kontes ini, dimaksudkan untuk memberikan penghormatan kepada warisan tradisional Badui di Teluk, yang menempatkan tingkat kepentingan yang tinggi pada dromedari yang tinggal di gurun. 

 

Sumber: alarabiya    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini