Pengasuh Ponpes Jember Dilatih Resep Olahan Berbahan Tepung Terigu

Selasa , 14 Dec 2021, 05:13 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Santri
Ilustrasi Santri

IHRAM.CO.ID, JEMBER -- Program pemberdayaan ekonomi umat melalui Program Santrifoodpreneur terus dijalankan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari. Terbaru, Bogasari mengirim Sugiarto, baker dari unit pelatihan Bogasari Baking Center (BBC) untuk melatih para pengurus dari 20 pondok pesantren yang berada di sekitar wilayah Jember, Jawa Timur.

 

Terkait

Senior Vice President (SVP) Marketing Divisi Bogasari Ivo Ariawan menjelaskan, program yang digelar merupakan wujud kepedulian Bogasari dalam mendorong tumbuh kembangnya pelaku-pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Khususnya UMKM di sektor komunitas keagamaan dalam hal ini pondok pesantren.

"Kami menyebutnya program Santrifoodpreneur, karena tidak hanya menyiapkan Ponpes, tapi juga para santrinya siap menjadi pelaku dan atau pekerja di sektor usaha makanan berbasis terigu setelah lulus dari pesantren,” kata Ivo dalam siaran tertulisnya, Senin (13/12).

Pelatihan pengolahan makanan kepada perwakilan pengurus 20 Ponpes yang berlokasi di Jember ini berlangsung mulai Jumat (10/12) hinngga Ahad (12/10). Masing-masing Ponpes diwaliki 1 pengurus yang memang dinilai siap untuk melatih para santrinya.

Kesemua pesantren yang dimaksud adalah Ponpes Ash Shiddiqi, Ponpes Kasiful Ulum, Darul Hikmah Al Hasan, Bustanul Ulum, Darul Arifin, Nurul Muta’alimin, Darul Fatah, Tanwirul Ulum, As Sholihin, Yayasan Al Hidayah, Annajah, Anwarul Falah, Salafiyah Assyafi’iyah, Al Amin, Al Ishaqi 2, Al Mu’ayad, Hubbul Qur’an, Sirotul Anwar, Salafiah Syafityah, dan Ponpes Nurud Dholam Riyadus Sholihin.

Pelatihan berlangsung di Ponpes Ash Shiddiqi Curah Lele, Dusun Krajan Kidul, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Jember. Selama 3 hari pelatihan di Ponpes Ash Shiddiqi Curah Lele, perwakilan pengurus 20 pesantren ini diajarkan 5 resep makanan berbasis tepung terigu Bogasari yang potensial dijadikan usaha. Yakni roti manis, kue kering, martabak dan terang bulan, dan mie ayam.

"Semua resep makanan ini sangat umum di lidah masyarakat sehingga sangat potensial dijadikan usaha. Bahkan harga produk terjangkau dan segmen pasar sangat luas, disukai kelompok usia anak-anak hingga orangtua," ujar Ivo.

Kyai Mas Muhlisinalahuddin yang merupakan pimpinan Ponpes Ash Shiddiqi Curah Lele mengaku, program pelatihan Santrifoodpreneur yang mereka ikuti sejak 2018, sangat bermanfaat dan sudah berhasil menjalankan usaha roti manis dan donat. Di awal usaha April 2018 pemakaian tepung terigu untuk usaha hanya 15 kilogram per bulan. Di akhir November 2021 sudah berkembang jadi 3 sak atau 75 kilohram per bulan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini