Rabu 22 Dec 2021 23:00 WIB

Ketua GIPI: Bangkitkan Pariwisata Indonesia Butuh Partisipasi Semua Pihak

Selama pandemi COVID-19, industri pariwisata terpukul sangat parah.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Agung Sasongko
Pulau Spongebob akan dijadikan pariwisata andalan di Simeulue, Aceh (ilustrasi).
Foto: Antara
Pulau Spongebob akan dijadikan pariwisata andalan di Simeulue, Aceh (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy percaya pariwisata domestik memiliki potensi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan destinasi hang beragam.

“Tahun 2018, GIPI membuat paradigma baru pariwisata Indonesia, berupa upaya mengembangkan pariwisata domestik. Kita percaya bahwa pariwisata domestik Indonesia sangat besar bahkan lebih besar dari negara lain. Destinasi banyak dan infrastruktur sudah baik. Yang dibutuhkan adalah stimulus berupa bridging capital, khususnya untuk industri menengah ke bawah,” ujar Didien dalam diskusi daring, Rabu (22/12).

Selama pandemi COVID-19, industri pariwisata terpukul sangat parah. Diedien menambahkan, untuk membangkitkan pariwisata Indonesia juga butuh partisipasi semua pihak, termasuk taat prokes, patuh pada CHSE dan dilaksanakan tersistem dan bertanggung jawab.

“Setiap orang bertanggung jawab karena kita tidak akan tahu kapan pandemi COVID-19 akan selesai,” ujarnya.

Tak kalah penting, faktor yang harus dimiliki pelaku pariwisata adalah kesiapan mental dan spiritual, serta bentuk dukungan langsung seperti kesempatan bagi pelaku pariwisata untuk menghidupkan kembali bisnisnya. Dia mengatakan, saat ini banyak potensi wisata domestik yang bisa dikembangkan, misalnya desa wisata yang bisa dikolaborasikan antara pemerintah pusat dan pemda.

“Kuncinya dengan kolaborasi kita bisa kembangkan wisata domestik,” tandas Didien.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement