Sabtu 01 Jan 2022 01:50 WIB

Ulama Ajak Umat Islam Perbanyak Dzikir Sambut Tahun Baru

Pergantian tahun sebaiknya diisi dengan meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa

Jamaah mengikuti acara Muhasabah
Foto: Prayogi/Republika.
Jamaah mengikuti acara Muhasabah

IHRAM.CO.ID, SUNGAILIAT -- Salah satu ulama di Bangka Belitung, ustadz Yasir Mustafa mengajak seluruh umat Islam di daerah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT menyambut tahun 2022 agar mendapat keberkahan dan kesuksesan.

"Saya mengajak seluruh umat Islam agar pada pergantian tahun diisi dengan meningkatkan aktivitas ibadah dan memperbanyak berdoa kepada Allah SWT," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (31/12).

Tahun baru kali ini yang masih dalam situasi pandemi Covid-19 hendaknya dapat menjadi motivasi bekerja lebih semangat dengan semata-mata mendapat ridha dan berkah dari Allah SWT.

"Dengan ditingkatkannya ibadah karena Allah, akan menjadikan orang-orang yang lebih baik dari hari-hari yang lalu yakni orang-orang yang beruntung," jelasnya.

 

Tahun 2021 Masehi yang segera berlalu dan masuk ke tahun 2022, menyisakan banyak catatan baik secara personal maupun global khususnya di Tanah Air.

"Peristiwa yang menyedihkan yang terjadi di Tanah Air hendaknya kita jadikan sebagai instrumen muhasabah dan introspeksi diri, evaluasi diri untuk bertaubat serta himmah untuk memperbaiki diri dan beramal saleh," jelasnya.

Muhasabah, dilakukan dengan cara mengintrospeksi nilai ibadah dan amal saleh untuk dijadikan standar peningkatan amal saleh ke depan. Apabila lebih banyak nilai kebaikan dan ibadahnya maka kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.

"Demikian sebaliknya apabila banyak nilai kesalahan dan dosa-dosanya, maka kita termasuk dalam golongan orang yang merugi, sebagaimana yang disampaikan Ali bin Abi Thalib Karromallahu wajhah. "Barang siapa yang harinya sama saja maka dia telah lalai, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia terlaknat, barang siapa yang tidak mendapatkan tambahan maka dia dalam kerugian, barangsiapa yang dalam kerugian maka kematian lebih baik baginya," katanya mengutip apa yang disampaikan Ali bin Abi Thalib Karromallahu Wajhah.

Evaluasi diri untuk bertaubat dimana manusia tidak luput dari dosa. Tobat adalah bentuk penyesalan dan berjanji takkan mengulangi kembali segala perbuatan buruk selama ini yang dilarang Allah SWT. Taubat adalah kewajiban, diperintahkan oleh Alquran dan Sunah. Sebagai bahan muhasabah di tahun baru 2021 ini, ia mengajak umat untuk cermati kutipan Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasoihul Ibad.

Disebutkan, ada empat ciri orang yang celaka. Melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dengan rapi dan detail di sisi-Nya: "Suka melupakan dosa-dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di sisi Allah"."Kita sebagai manusia yang seringkali lalai, bukan saja melupakan dosa yang telah lalu bahkan kita acapkali tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menambah pundi dosa kita," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement