Aplikasi Umma Gelar Qur'anic Rewind 2021

Sabtu , 01 Jan 2022, 04:20 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Esthi Maharani
Tahun Baru. Ilustrasi
Tahun Baru. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pergantian malam tahun baru, aplikasi muslim Umma menggelar acara Qur'anic Rewind 2021 "Kilas Balik dan Doa Bersama" secara virtual, Jum'at (31/12) malam. Dalam acara ini, Umma mengajak untuk mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sepanjang tahun 2021.

 

Terkait

Tidak hanya itu, Umma juga mengajak untuk mengambil pembelajaran dari berbagai peristiwa yang telah terjadi sepanjang tahun lalu, sehingga umat Islam bisa memiliki bekal untuk menyambut tahun 2022.

Dalam setiap video yang ditayangkan di acara ini kemudian dibahas lebih lanjut oleh para ustaz dan ustazah yang telah dihadirkan oleh tim Umma. Di antara video yang ditayangkan kembali adalah kasus penularan Covid-19, tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada 9 Januari 2021, gempa bumi di Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021, wafatnya Syekh Ali Jaber, banyaknya ratusan tenaga medis yang gugur dalam mengatasi covid-19, dan bedirinya Bank Syariah Indonesia (BSI).

Sebagai salah pembicara dalam acara ini, KH Fikri Haikal MZ kemudian mengkajinya dari perspektif Alqur'an. Kiai Fikri menjelaskan, apapun yang terjadi di alam ini memang sudah sesuai dengan ketentuan Allah SWT.

"Tidak ada apapun yang terjadi di alam dunia tanpa ketetapan dari Allah. Jangankan hal-hal yang kita anggap besar, yang kecil seperti gugurnya daun, itu semua juga atas perintah dari Allah SWT," ujar dia.

Namun, menurut dia, pada prinsipnya Islam sangat menekankan kepada pemeluknya untuk selalu melakukan muhasabah. Sebab, apapun yang terjadi dalam hidup ini punya dampak dari  perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia, baik perbuatan yang baik maupun yang jelek.

"Semua perbuatan, semua perlakuan, baik ucapan maupun dari sikap kita, punya dampak dalam kehidupan dunia, lebih-lebih kehidupan di akhirat," kata putra almarhum KH Zainuddin MZ ini.

Menurut Kiai Fikri, jika manusia berbuat baik, maka tentu hasilnya akan baik. Bahkan, di kehidupan di akhirat pun akan baik. Namun, jika perbuatan buruk yang selalu dilakukan, maka dampak-dampak keburukan juga akan terjadi dalam kehidupan di dunia ini.

Dia pun mengutip firman Allah SWT dalam Alqur'an, Innal ahsantum ahsantum lianfusikum, wa in asa’tum falahaa...

Potongan surat Al-Isra’ ayat 7 tersebut artinya, “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik kepada dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat keburukan berarti keburukan itu bagi dirimu sendiri...”

"Artinya sikap dan perbuatan yang kita kerjakan punya dampak dalam kehidupan kita," jelas Kiai Fikri.

Menurut dia, dalam Alqur'an Allah juga mengatakan dengan tegas dalam Surat Al Hasyr ayat 18, "Yaa ayyuhalladzina amanuttaqullaah wal tandzur nafsun maa qaddamat lighad"

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah. Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,"