Arab Saudi Minta Negara Teluk Bantu Isi Persediaan Rudal untuk Perang Yaman

Senin , 10 Jan 2022, 12:45 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Ani Nursalikah
Arab Saudi Minta Negara Teluk Bantu Isi Persediaan Rudal untuk Perang Yaman. Warga Yaman memeriksa lokasi serangan udara pimpinan Saudi yang menargetkan posisi di Sanaa, Yaman.
Arab Saudi Minta Negara Teluk Bantu Isi Persediaan Rudal untuk Perang Yaman. Warga Yaman memeriksa lokasi serangan udara pimpinan Saudi yang menargetkan posisi di Sanaa, Yaman.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi meminta bantuan negara-negara Teluk yang bersahabat untuk mengisi persediaan rudal patriot yang habis. Permintaan ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. Laporan ini diterbitkan oleh Financial Times.

 

Terkait

"Ini adalah masalah yang mendesak. Riyadh mungkin menerima rudal pencegat dari sejumlah negara Teluk, dan kami sedang mengerjakannya. Opsi ini mungkin lebih cepat daripada penjualan langsung dari Amerika Serikat," kata surat kabar itu mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak dikenal.

Baca Juga

Patriot - nama tepatnya adalah MIM-104 Patriot - adalah sistem rudal permukaan-ke-udara buatan AS. Arab Saudi adalah salah satu sekutu terdekat Washington di Timur Tengah.

Menurut Pejabat tersebut, stok rudal Arab Saudi bisa habis dalam bulan mengingat sejumlah besar serangan oleh milisi Houthi di selatan di Yaman. Menurut dua orang yang diberi pengarahan tentang pembicaraan antara Riyadh dan negara-negara tetangganya, Kerajaan telah membuat permintaan tersebut.

"Ada kekurangan pencegat. Arab Saudi telah meminta pinjaman kepada teman-temannya, tetapi tidak banyak yang bisa didapat," kata salah satu orang, dilansir dari Al Araby, Senin (10/1).

Pemberontak Houthi Yaman melakukan serangan dua kali lebih banyak di wilayah Saudi dari Januari hingga September tahun lalu. Serangan ini lebih sering dibandingkan yang mereka lakukan pada periode sebelumnya 2020, sebuah lembaga riset Amerika mengatakan bulan lalu.

Houthi telah dibantu oleh Pasukan Quds, operasi khusus dan lengan intelijen militer Iran dan partai politik Syiah dan milisi di Lebanon, Hizbullah. “Perang di Yaman bertahun-tahun telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia," kata PBB.

PBB memperkirakan 377 ribu orang akan tewas karena konflik sebelum 2021 berakhir.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini