Menelusuri Keluarga Muslim Pertama di Kanada

Kamis , 13 Jan 2022, 16:16 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tedjomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Muslim Kanada bersikan lingkungan
Muslim Kanada bersikan lingkungan

Mahommah Baquaqua

 

Terkait

Perbudakan di Kanada, meskipun memang ada, belum mendapat banyak perhatian ilmiah sehingga tidak terlalu banyak yang menarik di sana. Berkenaan dengan muslim Afrika yang mencari kebebasan melalui Kanada, Mahommah Baquaqua dapat disebut sebagai contoh.

Lahir dalam keluarga muslim yang taat di Afrika Barat, Mahommah (Muhammad) diperbudak sebagai seorang pemuda di Brasil. Dari sana, dia dikirim ke Amerika Serikat, di mana pergantian peristiwa yang luar biasa memberinya kebebasan. Akhirnya, dia menetap sebentar di Chatam, sebuah kota kecil di Ontario, dan di sinilah dia menulis otobiografi yang membuatnya terkenal.

James dan Agnes Love

Pada tahun 1854 ketika Baquaqua tiba di Kanada, tiga Muslim (“Mahomadens”, demikian sensus menyebut mereka) sudah tinggal di sana. Mereka adalah pasangan muda, James dan Agnes Love, yang beremigrasi dari Skotlandia pada tahun 1851 untuk menjadi Muslim pertama yang tercatat di Kanada.

Hal ini menarik karena secara umum diyakini bahwa muslim pertama yang dikenal di Skotlandia adalah Wazir Beg, seorang mahasiswa kedokteran dari India yang belajar di Universitas Edinburgh pada tahun 1858 dan 1859. Namun hal ini tidak serta merta mendiskreditkan keimanan para pemuda muslim yang berangkat ke Kanada beberapa tahun sebelumnya, karena Islam tidak dikenal di Inggris

Apa pun masalahnya, James dan Agnes tiba di Ontario selatan pada tahun 1851 dan menetap di sana. Tiga tahun kemudian, Agnes melahirkan seorang anak yang diberi nama sesuai nama ayahnya. Muslim pertama kelahiran Kanada yang diketahui. 

Pasangan itu terus memiliki tujuh anak lagi, termasuk yang bungsu, Alexander, yang lahir pada tahun 1868, setahun setelah Kanada didirikan.