Kemenag akan Buka Tutup Umroh

Senin , 17 Jan 2022, 12:45 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kemenag akan Buka Tutup Umroh. Foto: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief
Kemenag akan Buka Tutup Umroh. Foto: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Agama (Kemenag) akan menerapkan sistem buka tutup umroh. Rencana ini merupakan bagian dari evaluasi setelah 11 dari 25 tim advance uji coba umroh di masa pandemi positif Covid-19. 

 

Terkait

"Kita akan pake buka tutup," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, saat dihubungi Republika, Selasa (17/1/2022). 

Baca Juga

Hilman mengatakan Kemenag telah mengeluarkan rilis secara resmi menghentikan sementara umroh yang merupakan bagian dari evaluasi one gate policy atau pemberangkatan satu pintu. Penghentian sementara ini dimulai sejak tanggal 15 Januari 2022.

"Ya memang kita dalam beberapa hari ini setelah tanggal 15 tidak memberangkatkan jamaah lagi," ujarnya.

Sebelumnya pada Ahad malam, pukul 22. 38 WIB, Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Nur Arifin menyampaikan hasil rapat Kementerian Agama bersama lintas kementerian.Melalui rapat itu diputuskan umroh tetap berlanjut dengan sistem sistem satu pintu. 

"Umroh tetap dilanjutkan dengan sistem satu pintu melalui asrama haji Pondok Gede, Jakarta untuk keberangkatannya," katanya.

Nur Arifin mengatakan, dengan kebijakan one gate policy (OGP), pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan calon jamaah termasuk test PCR. Karena sebelum berangkat jamaah harus dilakukan skrining kesehatan di antaranya PCR.

"Karena jamaah umroh yang selama ini berangkat menggunakan OGP dari asrama haji terbukti hasil PCR 100 persen valid ketika diperiksa di Saudi," ujarnya.

Selain mudah melakukan pemantauan, jamaah juga terlihat lebih tertib dalam menyiapkan dokumen keberangkatanya masing-masing. Mulai dari hasil vaksin sampai test PCR calon jamaah semuanya menunjukan yang asli.

"Juga kelengkapan dokumen perjalanan dan dokumen kesehatan jamaah tertib dan lengkap," katanya.

Nur Arifin menegaskan, pemerintah akan selalu mengevaluasi kebijakan OGP ini pada akhir bulan nanti. Evaluasi ini akan dilakukan Kemenag bersama lintas kementerian dan lembaga.

"Di akhir bulan konsep OGP akan dievaluasi,"  katanya.

Nur Arifin memastikan kebijakan OGP ini demi kesehatan dan keselamatan jamaah ketika menjalankan umroh di masa pandemi. Untuk itu penyelenggara umroh dan jamaah bisa menerima kebijakan ini.

"Pengendalian jamaah umrah agar lebih ditekankan agar pelaksanaan ibadah umrah tidak menjadi penyebab merebaknya virus omicron," katanya.

Nur Arifin mengatakan, keputusan melanjutkan sistem OGP untuk keberangkatan umroh tidak dilakukan oleh Kemenag, tetapi melibatkan linta kementerian dan lembaga. Keputusan ini merupakan hasil rapat, digelar Ahad (16/1/2022).

"Alhamdulillah baru saja kami (Tim Ditjen PHU: Dirjen, Ses, para Direktur, dan Panitia Umrah) selesai rapat dengan Dir Perhubungan Udara, Otoritas Bandara Soekarno Hatta, Satgas Covid, Kemenlu, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, Kapuskes Haji Kemenkes, membahas evaluasi umrah," katanya.

Seperti diketahui suda ada sekitar 1.731 jamaah telah berangkat melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Pemberangkatan jamaah terbagi dalam empat kelompok, yakni pada tanggal 8, 10, 12, dan 15 Januari. Skema OGP mewajibkan seluruh jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan screening kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Jamaah umroh yang berangkat perdana pada 8 Januari akan kembali ke Indonesia 17 Januari. Sekembalinya jamaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jamaah yang terinfeksi omikron.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini