Optimalisasi Zakat akan Kurangi Beban Ekonomi Masyarakat

Selasa , 18 Jan 2022, 06:24 WIB Reporter :Dian Fath Risalah/ Redaktur : Agung Sasongko
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sambutan pada acara Baznas Award 2022 di Jakarta, Senin (17/1/2022). Baznas Award 2022 ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-21 Baznas.Prayogi/Republika
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sambutan pada acara Baznas Award 2022 di Jakarta, Senin (17/1/2022). Baznas Award 2022 ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-21 Baznas.Prayogi/Republika

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi semakin penting dalam meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Zakat dapat disalurkan pada masyarakat rentan dalam bentuk bantuan.

 

Terkait

Selain itu, dapat diberikan kepada UMKM terdampak agar dapat bertahan melewati masa pandemi Covid-19 dan mengurangi kerugian yang didapat.

Baca Juga

“Saya ingin menggunakan momen Baznas Award 2022 ini untuk mendorong kita semua dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta agar pengumpulan dan penyaluran zakat di Indonesia dapat lebih dioptimalkan demi meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas,” tutur Menko PMK.

Pada kesempatan itu, Menko PMK sekaligus menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Selain Menko PMK, sejumlah tokoh dari berbagai elemen baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan Baznas Award 2022.

Turut hadir perwakilan dari beberapa penerima penghargaan, diantaranya Ilham Habibie perwakilan keluarga (alm). BJ. Habibie, Allysa Wahid dan Yeni Wahid perwakilan keluarga (alm). Abdurrahman Wahid, perwakilan Menko Budang Perekonomian dan Menko Bidang Polhukam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah perwakilan penerima penghargaan lainnya.