Menelusuri Jejak Komunitas Muslim di Tibet

Rabu , 19 Jan 2022, 02:35 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Masjid di Tibet
Masjid di Tibet

 “Agama, tentu saja, adalah satu-satunya perbedaan antara Muslim yang taat dan Buddha Tibet. Selain itu, semuanya sama. Kami memiliki budaya yang sama, kami memiliki tradisi dan bahasa yang sama, apa yang kami makan sama, dan apa yang kami kenakan juga sama," kata Batt.

 

Terkait

Menurut profesor sejarah di Universitas Negeri Pennsylvania yang menulis tentang Muslim Tibet, David Atwill, pada abad ke-16, Muslim Tibet membentuk bagian integral dari zaman keemasan Tibet. Muslim Tibet sekarang dikenal sebagai Khache.

“Di (Daerah Otonomi Tibet), sebagian besar orang Khache, ketika dipaksa untuk memilih etnis mereka yang ditunjuk secara resmi, telah mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Tibet bahkan ketika mereka terus percaya pada Islam dan menghadiri doa harian di masjid-masjid setempat,” tulis Atwill dalam email.

 Setelah Cina mengambil alih Tibet pada 1950 dan Dalai Lama melarikan diri ke Dharamsala sembilan tahun kemudian, banyak Muslim Tibet meninggalkan wilayah itu ke daerah tetangga. Hal ini dilakukan untuk melestarikan agama dan identitas yang mereka rasakan terancam di Cina komunis.