Sumber: AS akan Tutup Kedutaan Afghanistan di Washington

Jumat , 28 Jan 2022, 11:15 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Ani Nursalikah
 Tentara Taliban berjaga di dekat Hotel Serena setelah pemerintah AS dan Inggris memperingatkan untuk menghindari hotel di Kabul dengan alasan ancaman, di Kabul, Afganistan, 14 Oktober 2021. Kurangnya pengakuan internasional tetap menjadi masalah mendesak bagi Taliban, yang tidak hanya terisolasi secara geopolitik tetapi juga terisolasi. juga menghadapi krisis uang tunai yang besar setelah lembaga-lembaga pembiayaan internasional membekukan sebagian besar dana yang telah lama diandalkan Afghanistan untuk stabilitas ekonomi. Sumber: AS akan Tutup Kedutaan Afghanistan di Washington
Tentara Taliban berjaga di dekat Hotel Serena setelah pemerintah AS dan Inggris memperingatkan untuk menghindari hotel di Kabul dengan alasan ancaman, di Kabul, Afganistan, 14 Oktober 2021. Kurangnya pengakuan internasional tetap menjadi masalah mendesak bagi Taliban, yang tidak hanya terisolasi secara geopolitik tetapi juga terisolasi. juga menghadapi krisis uang tunai yang besar setelah lembaga-lembaga pembiayaan internasional membekukan sebagian besar dana yang telah lama diandalkan Afghanistan untuk stabilitas ekonomi. Sumber: AS akan Tutup Kedutaan Afghanistan di Washington

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah AS telah memberi tahu para diplomat Afghanistan di negara itu mereka akan menutup kedutaan besar di Washington dan misi konsulat di Los Angeles dan New York.

 

Terkait

“Para diplomat Afghanistan juga akan dicabut kekebalan diplomatiknya, menurut sebuah memo yang dikirim ke para diplomat Afghanistan pada awal pekan ini,” kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Al Arabiya, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan tidak ada perubahan dalam status misi Afghanistan atau personelnya. Tetapi sumber diplomatik mengungkapkan akan ada penutupan kedutaan (di Washington) dan misi konsulat di LA dan New York.

Langkah Washington dilakukan kurang dari enam bulan setelah penarikan AS yang kacau dari Afghanistan dan jatuhnya Kabul ke tangan Taliban. Hingga kini, Taliban belum diakui oleh banyak komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat.

Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani melihat pemerintahannya runtuh pada 15 Agustus setelah ia melarikan diri dari negara itu dan pasukan keamanan Afghanistan gagal mencegah Taliban mengambil alih. “Tetapi para diplomat di Kedutaan Besar Afghanistan di AS menolak untuk mengakui Taliban dan menolak semua upaya kelompok itu untuk membuka jalur komunikasi,” kata Wakil Kepala Misi Abdul Hadi Nejrabi.

Baru-baru ini Norwegia menjadi tuan rumah bagi Taliban untuk pertemuan dengan pejabat Barat. Pertemuan untuk membahas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat miskin Afghanistan.

Pertemuan tersebut diklaim Taliban sebagai awal penerimaan pemerintahannya oleh internasional. Tetapi barat menolak hal tersebut dan Norwegia bersikeras bahwa pembicaraan itu tidak mewakili legitimasi atau pengakuan terhadap Taliban.

Para diplomat Barat menegaskan bahwa pertemuan itu bukan berati proses pengakuan untuk Taliban. Mereka ingin melihat janji Taliban untuk memenuhi Hak Asasi Manusia khususnya bagi kaum perempuan untuk mengakses pendidikan dan pekerjaan.

Utusan khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson bahkan menulis di Twitter ia menggarisbawahi perlunya sekolah dasar dan menengah agar dapat diakses oleh anak laki-laki dan perempuan di seluruh negeri ketika tahun ajaran dimulai pada bulan Maret. Jika janji ini tidak dipenuhi Taliban, barat ragu untuk memberikan bantuan makanan tahap kedua untuk masyarakat Afghanistan. 

https://english.alarabiya.net/News/world/2022/01/26/US-to-shut-down-Afghan-embassy-strip-diplomats-of-immunity-Sources

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini