Selasa 01 Feb 2022 09:17 WIB

Muslim Kanada Ungkap Pengalaman Jadi Korban Islamofobia 

Muslim Kanada berbagi pengalaman jadi korban serangan Islamofobia

Rep: Haura Hafizah/ Red: Agung Sasongko
Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.
Foto: Nathan Denette/Pool via REUTERS
Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Muslim Kanada gelar diskusi peringatan lima tahun penembakan masjid Quebec dan Hari Aksi Nasional Melawan Islamofobia.

"Orang Kanada sering hanya mendengar tentang serangan kekerasan atau ekstrem terhadap Muslim. Laporan ini dimaksudkan untuk menjelaskan insiden sehari-hari diskriminasi dan agresi mikro yang dialami muslim dan untuk menunjukkan efek jangka panjang dari kebencian," kata Kepala Komunikasi dan Hubungan Pemerintah di Islamic Relief Canada Reyhana Patel dikutip dari CBC pada Senin (31/1).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan laporan ini dimaksudkan untuk menjelaskan insiden sehari-hari diskriminasi dan agresi mikro yang dialami muslim dan untuk menunjukkan efek jangka panjang dari kebencian.

Salah satu yang berbagi cerita adalah Saleha Islam dari British Columbia. Ia mengaku ketika dia di sekolah menengah, dia mengenakan jilbab untuk pertama kalinya, jilbab yang menutupi rambut, telinga dan leher.

 

Beberapa anak laki-laki di kelas bertanya kepadanya tentang jilbab, lalu mulai melepaskannya dari kepalanya.  Dia bilang dia merasa takut tetapi memutuskan untuk menghadapi mereka.

 "Saya seperti, 'Apakah Anda tahu apa yang telah Anda lakukan? Ini sangat penting bagi saya. Ini adalah cara saya mengidentifikasi diri sebagai seorang wanita Muslim. Jadi, Anda seharusnya tidak melakukan itu terhadap siapa pun, selamanya," kata dia.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement