Palestina Minta Uni Eropa Kembali Memberi Dukungan Keuangan

Rabu , 18 May 2022, 17:13 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Warga Palestina berbelanja di pasar sebelum bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Selasa (21/4). Muslim di dunia menyambut bulan suci Ramadhan di tengah bayang-bayang Pandemi Covid-19. Palestina Minta Uni Eropa Kembali Memberi Dukungan Keuangan
Warga Palestina berbelanja di pasar sebelum bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Selasa (21/4). Muslim di dunia menyambut bulan suci Ramadhan di tengah bayang-bayang Pandemi Covid-19. Palestina Minta Uni Eropa Kembali Memberi Dukungan Keuangan

IHRAM.CO.ID, RAMALLAH -- Otoritas Palestina (PA) menegaskan kembali seruannya kepada Uni Eropa (UE) untuk memberikan bantuan yang dijanjikan tanpa syarat. Otoritas Palestina khawatir tentang ketidakpastian yang terus berlanjut atas dukungan keuangan tahunan Uni Eropa untuk anggarannya meskipun mengadakan beberapa pertemuan dengan pejabat senior Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir. 

 

Terkait

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyieh kemudian bertemu dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell Fontelles di Brussels pekan lalu. Ia mendesak blok itu untuk mempercepat transfer dukungan keuangannya, yang telah ditangguhkan selama dua tahun.

Baca Juga

 

Shtayyieh menunjuk pada krisis keuangan yang berkembang yang disebabkan oleh penurunan dukungan eksternal dan kelanjutan pemotongan Israel dari pajak yang dikumpulkannya atas nama PA.

 

“Kami telah meminta Uni Eropa untuk memberikan bantuan yang dijanjikan tanpa syarat. Kami berharap dapat menyelesaikan ini segera,” kata Shtayyieh pada awal sesi Kabinet mingguan Otoritas Palestina, dilansir Arab News, Senin (16/5/2022).

 

Uni Eropa menunda transfer 223 juta dolar AS atau setara Rp 3,2 miliar bantuan tahunan ke PA setelah anggota Uni Eropa mendukung kondisi Hungaria untuk mengubah kurikulum di sekolah-sekolah Tepi Barat karena mengandung hasutan terhadap Israel dan konten anti-Semit. Uni Eropa menyumbang sekitar 156 juta dolar AS atau setara Rp 2,2 miliar per tahun untuk anggaran PA.

Sebanyak 93 juta dolar AS atau setara Rp 1,3 miliar digunakan untuk membayar gaji pegawai sipilnya. Para pekerja tersebut telah menerima antara 70 dan 80 persen dari gaji mereka selama lima bulan berturut-turut.

PA mengalami penurunan tajam dalam bantuan internasional untuk anggarannya dari 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp 19 triliun pada 2013 menjadi 129 juta dolar AS pada 2021. Ekonom Palestina Samir Hulileh mengatakan kebijakan negara-negara Eropa baru-baru ini untuk memberikan dukungan langsung kepada sektor swasta Palestina, meminggirkan PA.

 

“Negara-negara Eropa terus memperluas dukungan mereka untuk ekonomi sektor swasta Palestina, tetapi dukungan resmi yang diberikan kepada pemerintah Palestina benar-benar dihentikan. Ini mengarah pada lemahnya kinerja Otoritas Palestina dalam peran dan tugas fungsionalnya, terutama dengan penghentian dukungan AS dan Arab untuk itu,” katanya.

 

 

https://www.arabnews.com/node/2083391/middle-east

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini