Sekilas Mengenal Sejarah Bir Ali, Tempat Miqat Jamaah dari Madinah

Sabtu , 11 Jun 2022, 22:30 WIB Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah,  Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.
Jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Masjid Bir Ali Madinah untuk menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Makkah, Rabu (24/7). Masjid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah ini menjadi tempat miqat atau niat ihram bagi jamaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk berhaji atau umrah.

IHRAM.CO.ID, Bir Ali merupakan salah satu tempat kaum Muslimin yang hendak menunaikan ibadah haji atau umrah untuk memulai ihram. Tempat -tempat ini disebut sebagai miqat. Setelah melewati batas miqat dengan niat berihram, maka seorang jamaah terikat pada berbagai aturan ihram selama dia menunaikan ibadah haji atau umrah. 

 

Terkait

Sami bin Abdullah al-Maghlout dalam Atlas Haji dan Umrah menjelaskan, Bir Ali dahulu dikenal sebagai Dzul Hulaifah, sebuah desa yang berjarak 6 atau 7 mil dari Kota Madinah. Dari sana, penduduk Madinah mengambil miqat untuk berhaji. Daerah ini merupakan sumber air bagi bani Jusham dan bani Khafajah dari Klan Uqail. 

Seiring dengan perkembangan zaman, Dzul Hulaifah dinamakan dengan Abyar Ali. Ada beberapa versi sejarah terkait darimana nama Abyar Ali berasal. Jika merujuk pada buku Atlas Haji dan Umrah, maka nama ini  dinisbahkan pada Ali bin Dinar, seorang Sultan Darfur yang selama kurang lebih 20 tahun selalu mengirimkan kiswah Ka’bah ke Makkah al-Mukarramah dari Fasher, ibu kota Darfur. 

Referensi lainnya yang ditulis oleh KH Ahmad Chodri Romli dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah mengatakan, daerah ini disebut dengan Bir Ali karena masa lampau Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA. pernah membuat galian beberapa sumur di kawasan ini.

Berdasarkan buku ini, Bir berasal dari istilah Bi'run yang bermakna sumur dan jamaknya Abyar.   Rasulullah SAW pun menetapkan tempat ini sebagai Miqat Makani (tempat memulai ihram Haji atau umrah) bagi jamaah yang datang dari arah Madinah dan sekitarnya. Di tempat ini, dibangun sebuah masjid yang relatif besar diberi nama Masjid Asy-syajarah (masjid pohon). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini