Jamaah Haji Diingatkan Selalu Gunakan Alas Kaki

Selasa , 14 Jun 2022, 17:00 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Jamaah Haji Diingatkan Selalu Gunakan Alas Kaki. Foto:  dr Muhammad Mansyur dari PPIH Arab Saudi bidang kesehatan memberikan jamaah haji asal SOC 09 yang kehilangan sandalnya di Masjid Nabawi, Jumat (10/6).
Jamaah Haji Diingatkan Selalu Gunakan Alas Kaki. Foto: dr Muhammad Mansyur dari PPIH Arab Saudi bidang kesehatan memberikan jamaah haji asal SOC 09 yang kehilangan sandalnya di Masjid Nabawi, Jumat (10/6).

IHRAM.CO.ID,SURABAYA -- Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Husnul Maram mengingatkkan calon jamaah haji untuk selalu menjaga kesehatan selama di tanah suci. Ia menuturkan saat ini suhu cuaca di tanah suci sangatlah tinggi, berkisar pada 50 drajat selsius. Ia pun mengingatkan jamaah untuk selalu menggunakan alas kaki saat bepergian ke luar kamar.

 

Terkait

"Suhu di sana saat ini 50 derajat selsius. Jika keluar dari kamar, jangan lupa untuk memakai alas kaki, baik sandal ataupun sepatu," kata dia, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga

Maram lantas menceritakan penuturan dari petugas haji kloter terkait adanya jamaah yang khendak pulang darpi masjid dan alas kakinya hilang, sehingga terpaksa berjalan dengan kaki telanjang. Akibat berjalan tanpa alas kaki, telapak kaki jamaah itu pun melepuh. "Jadi jangan lupa, kalau masuk masjid, sandalnya dimasukkan kresek," ujarnya.

Maram juga mengingatkan jamaah untuk selalu mengenakan gelang identitas dan tidak melepasnya. Maram menjelaskan, gelang identitas itu memuat sejumlah informasi penting terkait jamaah. Dimana ada enam kolom dalam gelang tersebut. Kolom pertama, berisi keterangan asal embarkasi dan tahun keberangkatan.

"Misal, SUB 1443H, artinya jamaah asal Embarkasi Surabaya yang berangkat pada tahun 1443 Hijriyah," kata Maram.

Kemudian, lanjut Maram, kolom kedua berisi nomor kloter. Kolom ketiga memuat keterangan bomor paspor jemaah. Kolom keempat, tulisan jamaah haji Indonesia dalam Bahasa Arab. Kolom kelima berisi nama jamaah atau petugas sesuai nama di buku paspor. Adapun kolom terakhir berisi gambar Bendera Indonesia sekaligus sebagai penanda jamaah atau petugas asal Indonesia.

“Gelang tersebut terbukti sangat memudahkan berbagai pihak untuk mengidentifikasi jamaah ketika terpisah, lupa arah jalan ke pemondokan, dan lain-lain,” kata Maram.

Maram menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah memberangkatakan 6.719 jamaah haji ke Madinah, yang tergabung dalam 15 kloter. Maram menyatakan, dalam 10 hari pertama keberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya, masih banyak jamaah haji yang membawa koper kelebihan kapasitas. Ia pun mengingatkan jamaah untuk membawa barang seperlunya, dan tidak berlebihan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini