Vaksinasi Booster Diwajibkan bagi Jamaah Haji

Rabu , 15 Jun 2022, 06:35 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Sejumlah calon jamaah haji berada di area observasi usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung (ilustrasi)
Sejumlah calon jamaah haji berada di area observasi usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan bahwa imunisasi lengkap dari vaksin Covid-19 yang disetujui tetap diwajibkan bagi mereka yang berencana menunaikan ibadah haji tahun ini. Konfirmasi itu datang kurang dari 24 jam setelah otoritas Saudi mengumumkan pencabutan berbagai tindakan pencegahan Covid-19. Termasuk persyaratan untuk memakai masker wajah di tempat-tempat tertutup.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News, Rabu (15/6), Kementerian menegaskan kembali bahwa semua yang akan menunaikan haji tahun ini harus telah menyelesaikan program imunisasi dengan salah satu vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Otoritas Kesehatan Masyarakat. Persyaratan vaksin ini tercantum dalam portal pendaftaran elektronik haji tahun ini yang akan menampung satu juta jamaah. Termasuk jamaah asing dan domestik.

Baca Juga

Terkait keputusan baru-baru ini terkait pencabutan tindakan pencegahan dan pencegahan Covid-19, otoritas mengatakan bahwa orang tidak akan lagi diharuskan memakai masker di dalam ruangan, kecuali Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah itu. Selain di dia tempat itu, masyarakat dapat melepas masker mereka.

Namun demikian, kerajaan masih mengizinkan beberapa fasilitas layanan publik yang masih menetapkan aturan bermasker dalam ruangan. Misalnya acara publik besar dalam ruangan, pesawat terbang dan penyedia transportasi umum yang ingin menegakkan langkah-langkah tersebut. 

Bukti vaksinasi pada aplikasi Tawakkalna tidak lagi diperlukan untuk memasuki perusahaan, acara, kegiatan, pesawat terbang, dan transportasi umum. Namun, administrator dari setiap aktivitas, acara, atau penyedia transportasi umum yang ingin menerapkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi dapat dikecualikan dari keputusan tersebut

Dalam konferensi pers yang diadakan pada 1 Juni di ibu kota Yordania Amman, menteri haji dan umrah, Dr Tawfiq Al-Rabiah, mengatakan bahwa diketahui ada banyak persyaratan untuk melakukan haji tahun ini.  Tetapi keselamatan jamaah haji dan kepulangan mereka yang aman ke negara mereka tetap menjadi prioritas. 

Saat membuka pendaftaran haji tahun ini, kementerian menekankan bahwa prioritas akan diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan ritual sebelumnya. Kementerian menambahkan bahwa mereka yang tidak sepenuhnya diimunisasi, sesuai status mereka pada aplikasi Tawakkalna, akan ditolak izin hajinya.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini