Bertemu Menteri Saudi, Pejabat Iran Minta Kuota Hajinya Dinaikkan

Kamis , 23 Jun 2022, 06:23 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Jamaah haji 2020 asal Iran berdoa di Masjidil Haram.
Jamaah haji 2020 asal Iran berdoa di Masjidil Haram.

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Sadeq Hosseini melakukan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah di Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (21/6) waktu setempat. Keduanya membahas berbagai persoalan termasuk mempertimbangkan peningkatan kuota haji Iran.

 

Terkait

Mengingat adanya beberapa kesalahpahaman politik di antara Iran dan Saudi, dan negosiasi antara kedua negara untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, Hosseini berharap diplomasi haji dapat membantu kedua negara menyelesaikan masalah politik bilateral.

Baca Juga

Dilansir ABNA24, Rabu (22/6/2022), Hosseini meminta agar pejabat Saudi memfasilitasi peningkatan kapasitas atau kuota haji bagi calon jamaah haji (calhaj) asal Iran. Hal ini karena ada sekitar 1,2 juta calhaj di Iran yang sedang menunggu untuk berangkat haji.

Hosseini juga menyinggung soal kenaikan biaya layanan haji terjadi pada tahun ini. Dia pun meminta dukungan otoritas Saudi untuk berupaya melakukan langkah-langkah dalam rangka meringankan beban biaya haji.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Al Rabiah menanggapinya dengan mengulas soal pembatalan keberangkatan jamaah haji dari sejumlah negara dan beberapa negara yang tidak berniat menggunakan kuota haji mereka. Atas keinginan Iran, Al Rabiah mengatakan, Kementerian Haji Saudi akan mengkaji peningkatan kuota untuk Iran.

Menteri Saudi itu menjelaskan, sebetulnya alasan mendasar yang membuat biaya haji mengalami kenaikan, yaitu karena ada dua faktor. Pertama karena pertumbuhan biaya global dan kedua karena faktor penyelenggaraan haji dengan kapasitas terbatas.

"Itu sebagai alasan utama di balik kenaikan biaya. (Namun) pemerintah Saudi telah menetapkan batas harga maksimum layanan untuk membantu jamaah," tuturnya.

Calhaj Iran telah diterbangkan ke Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Maskapai Iran Air dilaporkan memulai penerbangan pada 12 Juni, yang membawa peziarah ke Arab Saudi. Setelah dua tahun ditangguhkan, kini maskapai kembali pada tugasnya membawa jamaah asal Iran ke Arab Saudi.

"Iran Air akan membawa sekitar 40 ribu peziarah dalam 158 penerbangan ke Bandara Jeddah dan Madinah, di Arab Saudi, untuk haji tahun ini," kata Kepala Kantor Hubungan Masyarakat Maskapai, Hossein Jahani.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini