Masih Dalam Suasana Berduka, Mahasiswi UPI Kenakan Baju Wisuda di Masjidil Haram

Ahad , 26 Jun 2022, 15:52 WIB Reporter :priyantono oemar/ Redaktur : Hiru Muhammad
Putri Ramadhanti yang tidak bisa mengikuti wisuda bersama rekannya di kampus UPI Bandung karena harus menggantikan ibunya yang meninggal dunia  untuk menunaikan ibadah haji. Putri yang mengenakan toga berpose bersama ayahnya dengan latar belakang Kabah
Putri Ramadhanti yang tidak bisa mengikuti wisuda bersama rekannya di kampus UPI Bandung karena harus menggantikan ibunya yang meninggal dunia untuk menunaikan ibadah haji. Putri yang mengenakan toga berpose bersama ayahnya dengan latar belakang Kabah

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Nyi Euis Nurhayati, ibu dari Putri Ramadhanti, sudah menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk berangkat haji pada 20 Juni 2022. Tinggal menunggu koper dari Kemenag, yang setiap hari selalu ia tanyakan. Maka, Putri pun membayangkan mengikuti wisuda pada 22 Juni 2022 di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tanpa dampingan orang tua. 

 

Terkait

Tapi takdir berkata lain. Pada 23 Mei 2022, Euis yang mengajar di SMPN 29 Bandung itu masuk rumah sakit hingga meninggal pada 1 Juni 2022. Pada 21 Juni 2022, Putri berangkat ke Tanah Suci bersama ayahnya tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 23 JKS, menggunakan pesawat Saudi Airlines. Membawa serta baju wisudanya, ia tiba di Makkah tengah malam. Kemudian menjalankan ibadah umrah pada 22 Juni 2022 saat seharusnya ia mengikuti acara wisuda.

Baca Juga

Mahasiswi Prodi Pendidikan Fisika ini sangat mendambakan bisa merayakan wisuda bersama rekan-rekannya di kampus. Tapi ia harus membuat pernyataan tak bisa mengikuti wisuda karena harus berangkat haji, lalu memberikan kuasa kepada adiknya untuk mengambil ijazah. “Alhamdulillah akhirnya bisa pakai toga. Terharu, senang, sedih, campur aduk,” kata Putri di Makkah, Ahad (26/6).

Ketika sedang berfoto-foto di pelataran Ka’bah dengan toganya, rupanya ada dua petugas Masjidil Haram yang mengawasinya. Melihat hal itu Putri malah meminta petugas itu membantunya mengambil gambar, tapi petugas itu malah meminta agar foto-fotonya dihapus, sambil menunjuk kepala. 

Petugas itu banyak bicara dalam bahasa Arab dan bahasa isyarat. Putri dan ayahnya, Edi Suswantoro, ASN di Pusat Pengembangan PAUD Kemendikbudristek,  tak memahaminya, lalu ia gunakan bahasa Inggris, petugas menjawab, “No English. Arabic.” Sebelum meminta menghapus foto-foto, petugas meminta waktu satu menit lalu ia menelpon seseorang. Ketika diingatkan sudah lebih dari satu menit, petugas minta sabar. Tak juga ada petugas lain yang datang, petugas itu lalu meminta menghapus foto. Putri pun berbisik kepada ayahnya, tak apa dihapus karena foto-foto yang sudah dihapus masih bisa dibuka lagi.

“Ada 16 foto yang dihapus di depan petugas, setelah itu baru dilepaskan,” ujar Putri. Petugas pun berpesan agar tidak berfoto-foto lagi, tapi jamaah dari Turki yang sedang berfoto-foto di lokasi yang sama tak ditegur oleh petugas itu. 

Putri berangkat haji memakai porsi ibunya yang meninggal pada 1 Juni 2022. “Ibu telah berangkat duluan, memenuhi panggilan-Nya yang sebenar-benarnya,” ujar Putri yang mendoakan agar niat berhaji ibunya diterima Allah dan dikumpulkan dengan para ahli surga.

Di hari ketiga berduka, ia dan ayahnya harus mencari informasi mengenai pelimpahan porsi haji. Pun sekaligus mendaftar secara daring pengurusan paspor karena paspornya sudah kedaluarsa Maret 2022. Jadwal pengambilan foto untuk pendaftaran daring baru pada 17 Juni 2022, maka ia urungkan pendaftaran daring. Jika paspor baru keluar 17 Juni 2022, sementara tanggal 20 Juni 2022 harus sudah masuk asrama, tentu tak cukup waktu untuk mengurus visa. Ia pun mengurus dengan datang langsung sebelum Subuh, mengambil antrean yang hanya dibatasi lima orang per hari. Selain itu ia juga harus mengambil antrean tes kesehatan. Tes kesehatan menjadi syarat pergi berhaji.

Pada hari keempat berduka, ia mendapat info bahwa pengurusan pelimpahan porsi memerlukan waktu dua bulan, sehingga tak mungkin berangkat haji tahun ini. Tapi, ayahnya mencoba mengurus langsung ke Kemenag Kabupaten Bandung Barat pada Senin (6/6) dan diminta untuk segera melengkapi syarat-syarat pelimpahan porsi. Setelah membuat berita acara pelimpahan porsi 7 Juni 2022 dan paspor sudah jadi pada 8 Juni 2022 lewat layanan sehari jadi, pada tanggal 9 Juni 2022 harus ikut mengurus ke kantor Embarkasi Haji Bekasi bersama petugas dari Kemenag Bandung Barat. 

Kemenag menginformasikan, setelah pelimpahan porsi selesai, proses selanjutnya adalah pengurusan visa. Namun, pengurusannya menunggu visa pemilik porsi dikeluarkan Kedubes Arab, baru diajukan penggantian visa. Pada 10 Juni 2022 malam nomor visa pemilik porsi sudah keluar, sehingga esok harinya visa Putri Ramadhanti sebagai penerima limpahan porsi diajukan. Visa pun keluar pada 14 Juni 2022. 

Karena keluarga besar menginginkan ibunya dibadalhajikan, maka informasi tentang badal haji pun dicari. “Calon jamaah haji yang setelah masuk asrama haji dan wafat sebelum wukuf di Arafah akan dibadalkan oleh petugas yang ditunjuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia. Sedangkan calon jamaah haji yang meninggal sebelum masuk asrama tidak dibadalhajikan. Nomor porsinya bisa dilimpahkan ke suami/istri, anak kandung atau saudara kandung,” ujar Kepala PPIH Daker Makkah Muhammad Khanif. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini