Rabu 29 Jun 2022 16:32 WIB

Jamaah Haji Termuda Asal Indramayu Ingin Doakan Almarhumah Ibu di Tanah Suci

Rafa berangkat haji menggantikan sang ibu yang telah berpulang.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). Menjelang musim haji, sejumlah calon haji dibekali pemahaman dan kegiatan praktek tentang tata cara ketertiban dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Jamaah Haji Termuda Asal Indramayu Ingin Doakan Almarhumah Ibu di Tanah Suci
Foto:

Namun, Rafa menerima takdir itu dengan ikhlas. Dia akan mendoakan ibunya di Tanah Suci. "Ya, di sana mau doain ibu," kata Rafa.

Ayah Rafa, Abdul Hakim menjelaskan dia mendaftar haji pada 2012 bersama istri dan anak laki-lakinya, Miqdad Hakim Dewantara. Saat itu, Miqdad masih duduk di kelas lima sekolah dasar (SD).

"Saya mendaftarkan anak untuk berangkat haji sejak kecil supaya dia mendapat keberkahan," kata pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Pamayahan tersebut.

Semestinya, Abdul Hakim bersama istri dan anak laki-lakinya itu berangkat haji pada 2019. Namun, saat itu anaknya masih berumur 17 tahun lewat 10 bulan.

Sedangkan syarat berangkat haji minimal umur 18 tahun. "Waktu itu umurnya kurang dua bulan," ujar Abdul.

Abdul Hakim dan istrinya akhirnya ikut memundurkan pemberangkatan haji mereka pada tahun berikutnya, yakni 2020 agar bisa berangkat bersama anaknya. Namun, pada 2020 dan 2021, pemberangkatan haji ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Pasutri itu semestinya berangkat bersama-sama pada pemberangkatan haji tahun  ini. Namun, sang istri meninggal dunia pada akhir Februari 2022.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement