Pengamanan Jamaah Haji Indonesia di Masjidil Haram Diperkuat

Kamis , 30 Jun 2022, 11:25 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji Indonesia di Masjidil Haram Makkah. PPIH menambah personel pengamanan jamaah haji di sektor Masjidil Haram
Jamaah haji Indonesia di Masjidil Haram Makkah. PPIH menambah personel pengamanan jamaah haji di sektor Masjidil Haram

 

 

Terkait

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan musim haji 1443 H/2022 M semakin mendekati puncaknya. Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Daerah Kerja (Daker) PPIH Makkah memperkuat personel guna menghadapi lonjakan jamaah di Masjidil Haram. 

Baca Juga

“Personel kita perkuat di Masjidil Haram demi memberikan rasa aman. Sebelumnya, sektor khusus Masjidil Haram personel 10, saat ini ditambah 19 jadi 29 personel. Ini yang khusus personel dari TNI/Polri,” ujar Kepala Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah, Kolonel Muftil Umam, dalam keterangan pers yang didapat Republika.co.id, Kamis (30/6/2022). 

PPIH selama ini disebut menggandeng personel khusus dari TNI/Polri, untuk memberikan bantuan pengamanan jamaah selama pelaksanaan haji.  

Meski berstatus prajurit TNI/Polri, saat menjalankan tugas di Arab Saudi mereka tidak berseragam prajurit, melainkan berpakaian putih dan rompi hitam layaknya petugas haji lainnya. 

Muftil Umam, yang merupakan prajurit Kopassus ini mengatakan, selain perkuatan personel shift jaga di Masjidil Haram juga ditambah. Jika sebelumnya hanya dua sif dengan durasi jaga masing-masing 12 jam, saat ini ditambah menjadi tiga sif dengan durasi jaga 8 jam. 

Selain prajurit TNI/Polri, sektor khusus di Masjidil Haram juga diperkuat petugas lainnya. Total petugas di sektor khusus kini mencapai 80 orang.  

Mereka tersebar di delapan titik masjid baik di dalam maupun di luar masjid. Di antaranya di lokasi tawaf, lokasi sai, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram. 

Lebih lanjut, dia menyebut mereka ini disiapkan untuk memberi rasa aman bagi jamaah. Personel yang dikenal dengan sebutan Linjam (perlindungan jamaah) ini juga akan membantu jamaah yang tersesat, serta membantu memenuhi kebutuhan jamaah termasuk membantu agar tidak menggunakan jasa kereta dorong ilegal hingga membantu jamaah yang kehilangan sandal. 

“Termasuk kereta dorong kita juga arahkan dan sosialisasikan untuk kereta dorong yang resmi. Kami juga punya banyak sandal untuk membantu jamaah yang kehilangan sandal,” kata dia. 

Hasil evaluasi sementara, masalah jamaah yang paling banyak terjadi di Masjidil Haram adalah lupa atau tidak tahu jalan pulang ke hotel. Tahun ini, jamaah yang seperti itu mudah diarahkan karena rata-rata masih berusia muda di bawah 65 tahun, dengan tingkat pengetahuan yang mencukupi.  

“Hampir tidak ada risti (perlindungan), seperti 2019 yang luar biasa. Tiap hari di 2019, hampir ada 200 jamaah tersesat, sekarang paling banyak 20. Ini sama teman-teman langsung diatasi. Kalau ada jamaah yang tersesat. Linjam wajib membantu sampai titik bus pengantaran,” lanjutnya. 

Sedangkan untuk kasus di dalam Masjidil Haram, dia menyebut hampir tidak ada. Ada beberapa kasus kecil misalnya karena ketidaktahuan, jamaah menggunakan jasa kereta dorong ilegal. 

Permasalahan yang melibatkan otoritas kerajaan Arab Saudi juga relatif tidak ada. Masalah disebut hanya satu-dua muncul, seperti jamaah yang ketahuan merokok setelah sai dan didatangi petugas Askar, namun akhirnya bisa diselesaikan. 

Karenanya, Mufti mengimbau jamaah bisa menahan agar tidak merokok di sekitaran masjid, terlebih di dalam Masjidil Haram. 

Dia menyebutkan yang pertama, soal tingkah laku yang susah diubah, soal rokok. Kedua, membawa uang. Kadang jamaah suka menaruh sesuatu misalnya bawa uang, tasnya ditinggal saat wudhu, terus lupa. Yang penting lagi, jaga kesehatan kurangi ke luar hotel menyambut Armuzna.  

KBIH juga diimbau untuk tidak membuat program umroh berkali-kali yang ujungnya menguras tenaga jamaah. KBIH tertentu disebut ada yang menargetkan jamaahnya umrah 7-8 kali, terutama di wilayah Jawa Barat.

Dia menyebut hal Ini menjadi beban bagi jamaah, apalagi dalam kondisi kurang sehat jika dipaksakan, sementara sebentar lagi akan melaksanakan puncak haji. 

Sementara itu, laporan harian Kantor Urusan Haji per 28 Juni 2022 malam menunjukkan total kedatangan jamaah haji reguler di Arab Saudi telah mencapai 78.839 jamaah.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini