Bank Dunia Pinjami Mesir Rp 7,4 Triliun untuk Membeli Gandum

Kamis , 30 Jun 2022, 21:32 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Ani Nursalikah
Pekerja membajak gandum di lahan milik Vasyl Pidhaniak, di desa Husakiv, Ukraina barat, Sabtu 26 Maret 2022. Bank Dunia Pinjami Mesir Rp 7,4 Triliun untuk Membeli Gandum
Pekerja membajak gandum di lahan milik Vasyl Pidhaniak, di desa Husakiv, Ukraina barat, Sabtu 26 Maret 2022. Bank Dunia Pinjami Mesir Rp 7,4 Triliun untuk Membeli Gandum

IHRAM.CO.ID, KAIRO -- Mesir akan menerima pinjaman sebesar Rp 7,4 triliun dari Bank Dunia untuk membantu membiayai pembelian gandumnya. Pinjaman ini terjadi karena harga bahan pangan yang meroket karena invasi Rusia ke Ukraina. 

 

Terkait

 

Baca Juga

Dana tersebut, yang disetujui Selasa (28/6/2022) oleh Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia, bertujuan untuk mendukung upaya Mesir menyediakan roti bersubsidi bagi rumah tangga miskin dan rentan. Dikatakan, dana tersebut akan membantu pemerintah negara Arab terpadat di dunia itu untuk membiayai pengadaan gandum impor.

 

"Operasi darurat ini datang pada saat yang sangat kritis ketika ketahanan pangan banyak negara terancam oleh perang di Ukraina," kata Marina Wes, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Mesir Yaman, dan Djibouti dilansir dari The New Arab, Rabu (29/6/2022).

 

Mesir adalah pengimpor gandum terbesar di dunia dan pasokan negara itu dapat berubah sewaktu-waktu di pasar internasional. Perang di Eropa telah menaikkan harga gandum sejak Rusia dan Ukraina mengekspor hampir sepertiga gandum dunia.

 

Sementara sekitar 70 juta orang Mesir bergantung pada roti yang disubsidi pemerintah, sebagian besar terbuat dari gandum impor. Sekitar sepertiga dari lebih dari 103 juta orang Mesir hidup dalam kemiskinan, menurut angka resmi.

 

Pemerintah telah berjuang menjaga harga roti pada level mereka saat ini dan telah mengizinkan toko roti swasta untuk menaikkan harga. Pemerintah mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya berencana memotong impor gandum sebesar 500 ribu ton per tahun, atau sekitar 10 persen. Menurut Menteri Pasokan Mesir Ali el-Moselhy, ini akan mengimpor hingga 5,5 juta ton pada tahun fiskal berikutnya yang dimulai 1 Juli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini