Arab Saudi Sambut 1 juta Jamaah Haji, Terbanyak Sejak Pandemi

Rabu , 06 Jul 2022, 21:57 WIB Reporter :umar mukhtar/ Redaktur : Hiru Muhammad
Ribuan jamaah haji mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 5 Juli 2022. Arab Saudi diperkirakan akan menerima satu juta Muslim untuk menghadiri ibadah haji, yang akan dimulai pada 7 Juli, setelah dua tahun membatasi jumlahnya karena pandemi virus corona.
Ribuan jamaah haji mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 5 Juli 2022. Arab Saudi diperkirakan akan menerima satu juta Muslim untuk menghadiri ibadah haji, yang akan dimulai pada 7 Juli, setelah dua tahun membatasi jumlahnya karena pandemi virus corona.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Satu juta jamaah menunaikan ibadah haji di Kota Suci Makkah Arab Saudi pada Rabu (6/7/2022) ini. Jumlah ini menjadi yang terbesar sejak dunia dilanda pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun.

 

Terkait

Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan sekitar 850 ribu Muslim dari luar negeri menunaikan ibadah haji yang dimulai pada Kamis (7/7/2022). Kedatangan jamaah haji dari luar Saudi ini menandai langkah besar menuju keadaan normal setelah dua tahun adanya penurunan haji secara signifikan yang terbatas hanya pada penduduk di Saudi.

Baca Juga

Satu jamaah haji asing dan domestik ini, seperti dilansir Al Arabiya, masih jauh di bawah dari jumlah 2,5 juta Muslim yang melaksanakan haji pada 2019 lalu. Muslim yang dapat menunaikan haji tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun, telah divaksin Covid-19, dan dinyatakan negatif Covid-19 dalam waktu 72 jam perjalanan. Jamaah haji dipilih dari jutaan pendaftar melalui sistem online.

Pejabat Saudi juga melakukan peninjauan ke tempat suci pada Rabu (6/7/2022) untuk memastikan kesiapan mereka dalam menerima para peziarah. Sekaligus untuk menjaga kesehatan masyarakat Muslim yang menunaikan ibadah haji. Otoritas kesehatan Arab Saudi juga telah mengintensifkan kunjungan lapangan menjelang pelaksanaan ibadah haji pada pekan ini.

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kepatuhan misi medis dengan persyaratan kesehatan dan tindakan pencegahan haji. Tim Kementerian Kesehatan Saudi telah dikerahkan di kota-kota suci Makkah dan Madinah serta situs-situs lain di mana ritual haji akan dilakukan.

Setelah virus corona menyerang pada 2020, otoritas Saudi mengizinkan hanya 1.000 peziarah yang tinggal di kerajaan untuk berhaji. Hal ini membuat para sejarawan untuk membandingkan situasi pada 1979 di mana saat itu terjadi penyerbuan terhadap Makkah oleh para ekstremis agama hingga terjadi penutupan dramatis pada tahun tersebut.

Tahun lalu, 2021, haji dibatasi untuk 60 ribu Muslim yang divaksinasi lengkap yang tinggal di Arab Saudi. Pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia Muslim, dan menghancurkan harapan banyak Muslim yang telah bertahun-tahun menabung untuk berhaji.

Namun, tahun ini, otoritas Saudi ingin melonggarkan pembatasan Covid-19. Meskipun kasus virus terus meningkat menjadi lebih dari 500 per hari di Arab Saudi, pemerintah Arab Saudi mencabut aturan wajib penggunaan masker dalam ruangan di negara itu dan tindakan pencegahan virus lainnya pada bulan lalu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini