Ahad 10 Jul 2022 14:21 WIB

Sempat Tertahan di Depan Terowongan karena Mati Listrik, Jamaah Tetap Tenang

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini dan kini sudah normal kembali.

Rep: Achmad Syalaby Ichsan/ Red: Fian Firatmaja
Foto: Republika/Achmad Syalaby Ichsan
Listrik Terowongan Muashim yang menjadi rute jamaah haji Indonesia untuk melontar jumrah di Jamarat sempat korslet karena arus pendek selama setengah jam, Ahad (10/7/2022). Matinya listrik membuat lampu dan blower terowongan mati. Listrik kembali menyala setelah mendapat penanganan dari otoritas Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Listrik Terowongan Muashim yang menjadi rute jamaah haji Indonesia untuk melontar jumrah di Jamarat  sempat korslet karena arus pendek selama setengah jam.  Matinya listrik membuat lampu dan blower terowongan mati. Listrik kembali menyala setelah mendapat penanganan dari otoritas Arab Saudi. 

Wakil Kepala Satuan Operasi Armuzna Harun Al Rasyid mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (10/7) sekitar pukul 05.15-06.10 WAS. Listrik mati diduga karena korsleting akibat arus pendek. 

Harun menjelaskan, posisi jamaah saat terjadi mati listrik berada di depan Pos D yang didirikan oleh petugas Satops Armuzna. Setelah pihak kepolisian Arab Saudi menutup jalan masuk ke terowongan akibat mati listrik, para petugas Pos D langsung mengarahkan jamaah untuk diam. Mereka memberikan informasi tentang jamaah tentang situasi yang terjadi akibat mati listrik.

Pantauan Republika, jamaah tampak tertib mengikuti arahan petugas. Mereka duduk dan menunggu instruksi lebih lanjut. Adanya arus pergerakan puluhan jamaah dari negara lain yang juga mengarah ke Terowongan Muashim tidak membuat mereka melanjutkan perjalanan. Di sisi jalan arah Posko Misi Haji, tampak para petugas memberikan imbauan agar jamaah tetap bersabar.

Harun menjelaskan, tidak ada korban jiwa akibat matinya listrik di terowongan. Menurut Harun, kunci dari keselamatan jamaah pada peristiwa Subuh itu adalah mereka tetap tenang dan tidak panik.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement