Wartawan Israel Menyelinap ke Makkah Meliput Haji Tuai Banyak Kecaman

Rabu , 20 Jul 2022, 11:59 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Wartawan Israel Menyelinap ke Makkah Meliput Haji Tuai Banyak Kecaman. Foto:  Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)
Wartawan Israel Menyelinap ke Makkah Meliput Haji Tuai Banyak Kecaman. Foto: Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Seorang jurnalis asal Israel telah menyiarkan cuplikan gambar dari Makkah di Arab Saudi. Perilaku ini melanggar larangan lama atas masuknya non-Muslim ke kota paling suci Islam.

 

Terkait

Media Saluran 13 Israel diketahui menayangkan laporan yang menampilkan editor berita dunianya, Gil Tamari, mengemudi di sekitar kota suci Senin (18/7/2022) kemarin. Dalam tayangan itu, ia juga menunjukkan pemandangan dan situs yang signifikan.

Baca Juga

Tamari terlihat melaju melewati Gerbang Makkah yang melengkung, yang menandai pintu masuk ke kota dan titik di mana non-Muslim dilarang masuk, sekaligus menjadi situs Masjidil Haram, situs terpenting dalam Islam.

Dia juga mengambil swafoto di Gunung Arafat, bukit di pinggiran Makkah tempat Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya. Lokasi ini menjadi sebuah tempat di mana umat Islam berkumpul selama ziarah haji tahunan.

Dilansir di Middle East Eye, Rabu (20/7/2022), ada larangan total bagi non-Muslim memasuki Makkah dan sebagian kota suci Madinah. Bagi siapapun yang mencoba masuk dapat mengakibatkan hukuman, termasuk denda atau deportasi.

Tamari termasuk di antara tiga wartawan Israel yang diizinkan masuk ke Arab Saudi untuk meliput konferensi regional pekan lalu, yang dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden. Kunjungan tersebut lantas banyak mendapat kritik secara daring, dengan tagar "Yahudi di Haram" yang digunakan oleh beberapa pengguna Muslim media sosial.

“Orang-orang mulia Makkah dan ulama besar seperti [ulama Islam yang ditahan] Dr Musa al-Sharif berada di penjara Saudi, tetapi seorang Yahudi Zionis berkeliaran di Makkah,” tulis seorang pengguna media sosial dalam platform Twitter.

Adapun kunjungan rahasia itu dikutuk oleh suara-suara pro-Israel, termasuk blogger Saudi Mohammed Saud. Muhammed Saud telah mengunjungi Israel dan mendukung normalisasi antara Tel Aviv dan negara-negara Arab.

“Teman-teman terkasih di Israel, salah satu reporter Anda memasuki kota suci Muslim Makkah dan merekam tanpa rasa malu. Itu seperti saya memasuki sinagoga dan membaca Taurat. Malu pada Anda Channel 13, Anda seharusnya malu tidak menghormati Islam seperti itu,” kata Saud dalam unggahan videonya berbahasa Ibrani yang fasih.

Beberapa orang Israel juga mengkritik aksi yang dilakukan Tamari. Mereka menyebut perilaku ini sebagai hal yang "menjijikkan" dan meminta Israel untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang Saudi.

Atas kecaman yang ada, Channel 13 menyampaikan permintaan maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. Tetapi, mereka memilih tetap mempertahankan siaran yang telah dilakukan.

“Kunjungan editor berita dunia kami Gil Tamari ke Makkah adalah pencapaian jurnalistik yang penting, yang tidak dimaksudkan untuk menyinggung umat Islam,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

“Kami mohon maaf jika ada yang tersinggung. Untuk memperjelas, rasa ingin tahu jurnalistik adalah jiwa dari profesi jurnalis. Prinsip-prinsip jurnalisme berakar dalam menjangkau lokasi mana pun dan mendokumentasikan peristiwa secara langsung," lanjut mereka.

Di sisi lain, Tamari telah menyampaikan permintaan maaf di media sosial miliknya. Ia menyatakan tujuan dari video tersebut adalah untuk menunjukkan pentingnya Makkah dan keindahannya.

“Keingintahuan adalah jantung dan pusat jurnalisme, dan jenis jurnalistik dari tangan pertama inilah yang membedakan jurnalisme yang baik dari jurnalisme yang hebat,” klaimnya.

Adapun kunjungan yang ia lakukan tersebut mengikuti perjalanan pertama Biden ke Timur Tengah sebagai presiden, di mana sebelumnya ia mengunjungi Israel, wilayah pendudukan dan Arab Saudi. Dia menjadi pemimpin AS pertama yang terbang langsung dari Tel Aviv ke kota Jeddah, Saudi.

Biden mengatakan pemerintahannya sedang bekerja untuk memperdalam dan memperluas normalisasi Israel dengan negara-negara Arab. Hal ini dilakukan setelah administrasi Donald Trump menengahi perjanjian normalisasi antara Israel dan empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.

Meskipun Riyadh tidak secara resmi mengakui Israel, hubungan antara kedua negara telah membaik dalam beberapa tahun terakhir dan diplomasi sering dilakukan secara rahasia.  

Sumber:

https://www.middleeasteye.net/news/israel-journalist-gil-tamari-sneaks-into-mecca-defying-non-muslim-ban

 

Cek Typo

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini