Mengenal Takhbib

Selasa , 09 Aug 2022, 20:37 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Mengenal Takhbib. Foto:  Kitab (ilustrasi).
Mengenal Takhbib. Foto: Kitab (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA–Islam memberikan tuntunan untuk mendapat ketenangan, keamanan dan keharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Sehingga beberapa rambu-rambu agar pernikahan yang disebut Allah sebagai mitsaqon gholizo atau perjanjian agung, bisa terus berlanjut.

 

Terkait

Salah satu rambunya adalah menjauhkan diri dari perilaku takhbib yang merusak hubungan suami istri. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya:

Baca Juga

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ خَبَّبَ زَوْجَةَ امْرِئٍ أَوْ مَمْلُوْكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

Artinya, “Dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa yang merusak (takhbib) istri atau budak seseorang, maka ia bukan bagian dari kami,’” (HR Abu Dawud)

Dilansir dari Mawdoo3, kata takhbib bermakna upaya menipu, memperdaya, dan merusak. Takhbib adalah upaya seseorang (pihak ketiga) untuk menipu istri orang lain dengan membumbui kerenggangan antara dia dan suaminya, yang akan memutuskan hubungan di antara mereka.

Merujuk pada hadist di atas, tindakan takhbib adalah hal yang dilarang Islam. Karena takhbib merupakan tindakan tipu daya yang berusaha merusak hubungan istri dengan suaminya. Dengan mendorong istri untuk membenci suaminya, tidak menaati suaminya dan perbuatan haram lain yang merusak hubungan pernikahan.

Selain tindakan ini merupakan dosa besar, sebagian ulama bahkan memandang orang yang melakukan takhbib dengan niat agar dia bisa menikahi istri yang diceraikan akan diganjar dengan hukuman berat.

"Sekelompok ulama berpendapat kepada batalnya pernikahannya oleh orang-orang yang berlaku takhbib, dan dengan demikian hidupnya dengannya setelah itu tidak lain adalah suatu bentuk perzinahan," jelas pendapat ulama. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini