PPIH Debarkasi Solo Pulangkan 360 Haji asal Boyolali dan Batang

Rabu , 10 Aug 2022, 22:17 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Tenaga kesehatan melakukan tes usap antigen kepada Jamaah haji kloter satu Debarkasi Solo saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/7/2022) dini hari. Sebanyak 360 jamaah haji yang terdiri dari 358 jamaah haji kloter satu dan mutasi dua jamaah haji kloter dua selamat kembali ke tanah air. Asrama Haji Donohudan melakukan pemantauan suhu tubuh dan tes acak antigen untuk jamaah haji saat datang untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
Tenaga kesehatan melakukan tes usap antigen kepada Jamaah haji kloter satu Debarkasi Solo saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/7/2022) dini hari. Sebanyak 360 jamaah haji yang terdiri dari 358 jamaah haji kloter satu dan mutasi dua jamaah haji kloter dua selamat kembali ke tanah air. Asrama Haji Donohudan melakukan pemantauan suhu tubuh dan tes acak antigen untuk jamaah haji saat datang untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo telah memulangkan sebanyak 360 haji asal Kabupaten Boyolali dan Batang Jawa Tengah, Senin, ke daerahnya masing-masing.Rombongan jamaah haji Kloter 34 Debarkasi Solo tersebut telah tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jateng, pada pukul 16.20 WIB dan kemudian dibawa menuju Gedung Jedah Asrama Haji Donohudan, sekitar pukul 17.10 WIB untuk dilakukan tes usap antigen.

 

Terkait

Menurut Koordinator Humas PPIH Debarkasi Solo Sarip Sahrul Samsudin PPIH Debarkasi Solo telah kedatangan haji asal Kabupaten Boyolali dan Batang tergabung Kloter 34. Jumlah haji Kloter 34 Debarkasi Solo sebanyak 360 orang yang terdiri dari 111 haji asal Kabupaten Boyolali, 245 orang asal Batang, dan empat orang petugas kloter.

Baca Juga

Jamaah haji kloter 34 tersebut kemudian dibawa masuk ke Gedung Jedah di Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk dilakukan tes usap antigen untuk mengantisipasi adanya kasus COVID-19.Haji setelah dites antigen kemudian menuju Gedung Muzdalifah untuk proses penyerahan dari PPIH Debarkasi Solo kepada petugas daerah untuk dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Petugas daerah telah menyiapkan kendaraan penjemputan haji sejumlah bus dan lima mobil ambulan."Kami selain kedatangan haji Kloter 34, juga Kloter 35 gabungan asal Boyolali, Kebumen, Pemalang dan Kota Semarang yang dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, sekitar pukul 23.00 WIB," kata Sarip.

Jumlah haji Debarkasi Solo yang sudah tiba di Tanah Air hingga kedatangan Kloter 34, ada sebanyak 12.570 jamaah dari 15.447 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah jamaah Debarkasi Solo yang masih di Arab Saudi, 2.861 orang.Jamaah haji Debarkasi Solo yang masih dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, hingga Senin ini, ada enam orang yakni dari Kloter 16, 22, 30, dan Kloter 39 masing-masing satu orang, sedangkan haji Kloter 38 ada dua orang.

"Jamaah haji yang dirawat di rumah sakit itu, semoga bisa dipulangkan sebelum kepulangan kloter terakhir atau 43 ke Tanah Air, pada tanggal 4 Agustus, sekitar pukul 04.00 WIB," kata Sarip.

Jumlah jamaah haji Debarkasi Solo yang wafat di Arab Saudi, hingga kini sebanyak 17 orang yang terdiri dari 16 orang di Arab Saudi dan satu orang di dalam pesawat terbang saat perjalanan pulang ke Tanah Air.Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali Hanif Hanani mengatakan jumlah haji asal Boyolali yang tergabung kloter 34 ini, ada sebanyak 111 orang dari total 312 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Boyolali tahun ini, memberangkatkan sebanyak 312 orang yang terbagi dua Kloter 34 dan 35. Jumlah itu, sekitar 48 persen dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya mencapai 700 orang hingga 800 orang.Kemenag Boyolali terkait penyenggaraan di masa pandemi COVID-19, selalu memberikan sosialisasi tetap disiplin prokes dari berangkat hingga pulang ke Tanah Air diperketat.

"Sehingga, Alhamdulillah hasil tes antigen haji asal Boyolali hingga pemulangan Kloter 34 semua lolos dan hasilnya negatif," kata Hanif.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini