Jumat 26 Aug 2022 17:00 WIB

Mansa Musa, Raja Saleh yang Sangat Dihormati di Afrika

Mansa Musa penguasa Afrika Barat pada masa lalu.

Foto lukisan impresi Mansa Musa I
Foto: www.mirror.co.uk
Foto lukisan impresi Mansa Musa I

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Namanya, Mansa Musa. Dialah penguasa Afrika Barat pada masa lalu. Tak hanya menggenggam kekuasaan, ia juga memiliki kekayaan. Jumlah kekayaannya diperkirakan mencapai 400 miliar dolar AS. Alhasil, ia pun dinobatkan sebagai orang paling kaya sepanjang masa. 

Lahir pada 1280 dan wafat 1337, Mansa Musa adalah raja yang berkuasa di Afrika Barat pada abad ke-14. Ia memimpin Kerajaan Mali yang meliputi wilayah Ghana, Timbuktu, dan Mali. Tak hanya berkuasa dan kaya raya, ia juga berkiprah dalam membangun peradaban Mali. Dia pun gencar menyebarkan Islam di Afrika Barat.

Baca Juga

Mansa Musa adalah cucu paling tersohor dari Sunjata, pendiri Kerajaan Mali. Pemerintahannya yang berlangsung selama 25 tahun (1312-1337 M) digambarkan sebagai zaman keemasan Kerajaan Mali.

Sejarah mencatat, ia merupakan raja yang saleh dan sangat dihormati di seluruh Afrika. Sang raja kaya raya ini sangat antusias dalam mempelajari Alquran. Ia juga seorang yang tegas dan enggan bersujud kepada penguasa lain. Baginya, sujud hanya pantas dilakukan kepada Allah. 

Di puncak masa kejayaannya, Mansa Musa ingin melakukan perjalanan ke Tanah Suci Makkah dan beribadah haji di sana. Keinginan itu pun dilaksanakan pada 1324. Sebuah perjalanan haji yang legendaris dan sangat terkenal dalam catatan sejarah pun dimulai.

Rombongan haji Mansa Musa sarat akan kemewahan. Dia diiringi 100 unta dengan tiap unta membawa muatan emas. Ikut pula 500 budak dengan tiap budak membawa emas. Ia juga ditemani sang istri, Inari Kunate, yang membawa serta 500 pelayan. Kala itu, tanah Mali memang dikenal kaya emas. Maka, sang rajanya pun “bergelimang” logam mulia.

Dalam perjalanan itu, sang raja membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk tiba di Tanah Suci. Ia memulai perjalanan ini dengan menyusuri kawasan di sepanjang Sungai Niger, lalu ke Mema, Walata, Taghaza, kemudian ke Tuat yang merupakan pusat perdagangan di Afrika Tengah.

Tak sekadar melakukan perjalanan, Mansa Musa juga melakukan banyak hal di sejumlah negara yang dilewatinya, salah satunya berdagang. Ia juga tercatat beberapa kali singgah di kota-kota perdagangan. Selain berdagang, kesempatan itu dimanfaatkannya pula untuk mengisi kembali perbekalannya.

Sebuah peristiwa besar terjadi ketika ia singgah di Mesir. Rombongannya disambut baik oleh Sultan Mesir. Ia mengizinkan istananya untuk melayani Mansa yang kemudian menetap di Kairo selama tiga bulan. Atas kebaikan hati Sultan, Mansa memberinya hadiah 50 ribu dinar dan ribuan batang emas.

Para pedagang Mesir pun melakukan transaksi dagang dengan rombongan Mansa. Akibatnya emas Mansa pun beredar di Mesir, dan hal ini membuat nilai emas di Negeri Piramida tersebut anjlok hingga 25 persen.

sumber : Republika

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement