Tabuk, Arab Saudi Hasilkan Lebih dari 150 Ton Buah Ara

Selasa , 20 Sep 2022, 21:58 WIB Reporter :Haura Hafizhah/ Redaktur : Ani Nursalikah
Figs atau buah ara yang dihasilkan di Tabuk, Arab Saudi. Tabuk, Arab Saudi Hasilkan Lebih dari 150 Ton Buah Ara
Figs atau buah ara yang dihasilkan di Tabuk, Arab Saudi. Tabuk, Arab Saudi Hasilkan Lebih dari 150 Ton Buah Ara

IHRAM.CO.ID, TABUK -- Daerah Tabuk di Arab Saudi adalah salah satu daerah terkemuka yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan negara dengan memproduksi berbagai jenis tanaman pertanian di lebih dari 14.500 pertanian di atas area seluas lebih dari 270 ribu hektare.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News pada Selasa (20/9/2022), setiap tahun dari Juli hingga Oktober saja, pertanian di Tabuk memanen lebih dari 55 ribu pohon ara yang menghasilkan sekitar 150 ton buah setiap tahun.

Baca Juga

"Secara keseluruhan Arab Saudi memproduksi sekitar 27 ribu ton buah ara setiap tahun dan 107 persen swasembada," kata Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian Saudi di Tabuk.

Pihaknya mendukung upaya petani dalam meningkatkan pertanian dengan menggunakan teknik pertanian terbaru untuk menghasilkan tanaman berkualitas terbaik. "Kementerian juga mendukung proyek pertanian dan petani dengan memberikan fasilitas pinjaman pertanian, mesin, pompa irigasi dan peralatan lainnya," kata dia.

Selain itu, ia juga membantu pengembangan produksi, pengolahan dan pemasaran buah ara melalui program pembangunan pedesaan pertanian berkelanjutan. Ahli Gizi Terapeutik Mona Al-Balwi mengatakan buah ara ini kaya akan potasium, yang mengurangi tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

"Ini juga mengandung serat penting untuk usus dan kaya akan kalsium, yang menjaga tulang tetap sehat dan melindungi dari osteoporosis," kata dia.

Menurutnya, buah ara juga aman untuk penderita diabetes karena mereka memiliki indeks glikemik rendah dan indeks yang mengukur kadar gula darah setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Disarankan agar penderita diabetes makan buah ara segar daripada yang kering, karena buah ara kering mengandung jumlah gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah ara segar.

"Namun, pasien dialisis ginjal harus berkonsultasi dengan ahli gizi terapeutik mereka sebelum mengonsumsi buah ara karena kaya akan potasium," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini