Selasa 20 Sep 2022 21:30 WIB

Bantu Mustahik, Merasa Lebih Hidup

Mereka terangkat statusnya dari dahulu mustahik kemudian menjadi muzakki.

Zakat / fidyah ( ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Zakat / fidyah ( ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sudah 13 tahun lamanya Suhendar bergabung dengan lembaga amil zakat nasional (laznas) Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat. Sebelum bulan September 2022 ini, yayasan tersebut bernama Bangun Sejahtera Mitra (BSM) Umat.

Sejak tahun 2009, Suhendar menjadi pengurus lembaga filantropi Islam ini. Selama itu pula, dirinya telah menyaksikan banyak transformasi positif yang dialami para penerima manfaat. Mereka terangkat statusnya dari dahulu mustahik kemudian menjadi muzakki.

Baca Juga

"Terus terang, yang membikin saya merasa hidup, betah, ya memang karena bisa memberikan bantuan itu," ujar Suhendar saat ditemui Republikadi Jakarta, baru-baru ini.

Salah satu program BSI Maslahat adalah Penguatan Ekonomi Keluarga Terdampak Covid- 19. Ia mengatakan, banyak kejadian di lapangan yang menyedihkan hati. Misalnya, kaum ibu yang terdesak kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara, para suami mereka kesulitan mencari kerja di tengah situasi pandemi.

 

"Terus terang ketika membaca cerita atau laporan dari orang-orang yang dibantu, saya suka menitikkan air mata. Maka, saya sering terharu. Ternyata, kehadiran kami bisa memberikan manfaat kepada mereka," ucap lelaki kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, itu.

Ia selalu ingat sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Karena itu, Suhendar ingin hidupnya dapat menghadirkan maslahat, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Sejak kuliah, Suhendar sudah tertarik pada bidang ilmu keuangan syariah. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Unversitas Indonesia (UI). Usai lulus pada 2002, ia mengambil studi S-2 di kampus yang sama. Gelar master diraihnya pada 2009.

Suhendar sempat bekerja pada sebuah kantor akuntan publik. Hingga akhirnya, ia memilih berkecimpung di dunia filantropi Islam.

"Ketika saya menjadi auditor di kantor akuntan publik, kliennya saya itu juga bank-bank syariah, seperti Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Jadi, memang saya konsen dengan ekonomi syariah sejak awal," katanya.

Pada 2019, Suhendar kemudian diminta untuk menjadi Ketua Yayasan BSM Umat. Lalu, terjadilah merger tiga bank BUMN yang syariah, yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Lahirlah BSI.

"Proses penggabungan ini saya terlibat, tentu ini tim besar. Dan kebetulan kami adalah sebagai Project Management Office (PMO).Ranger-nya," katanya

sumber : Islam Digest
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement