Studi: Lebih dari 70 Persen Anak di Dunia Jadi Korban Ancaman Dunia Maya

Jumat , 23 Sep 2022, 18:57 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Ani Nursalikah
Studi: Lebih dari 70 Persen Anak di Dunia Jadi Korban Ancaman Dunia Maya
Studi: Lebih dari 70 Persen Anak di Dunia Jadi Korban Ancaman Dunia Maya

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Forum Keamanan Siber Global (GCF) yang berbasis di Saudi dan perusahaan konsultan global Boston Consulting Group merilis laporan berjudul Mengapa Anak-Anak tidak Aman di Dunia Maya minggu ini. Dalam laporannya, sekitar 72 persen anak-anak di seluruh dunia telah mengalami setidaknya satu jenis ancaman dunia maya secara online.

 

Terkait

Laporan ini diperuntukkan demi meningkatkan kesadaran tentang melindungi anak-anak dari serangan dunia maya. Karena mereka salah satu kelompok paling rentan yang aktif menggunakan internet.

Baca Juga

Menurut laporan tersebut, lebih dari 90 persen anak-anak berusia delapan tahun ke atas aktif menggunakan internet. Sedangkan banyak sekali iklan-iklan yang tidak diinginkan, seperti bullying, pelecehan, dan konten yang tidak pantas bertebaran di dunia maya. Ini menjadi beberapa ancaman utama yang dialami oleh anak-anak.

Di 24 negara dan enam wilayah, lebih dari 40 ribu orang tua dan anak-anak disurvei. Temuan laporan menunjukkan bahwa perlindungan anak-anak di dunia maya gagal, menyoroti perlunya tindakan kolektif segera secara global.

Meskipun anak-anak paling aktif online di rumah atau sekolah, laporan tersebut menunjukkan bahwa hanya setengah dari anak-anak yang disurvei merasa aman saat online, dengan satu dari lima anak menyatakan bahwa mereka menghadapi intimidasi atau pelecehan dalam beberapa bentuk.

“Dengan 72 persen anak-anak menghadapi ancaman dunia maya, kami percaya perlindungan anak-anak sangat penting dalam dunia maya yang berkembang pesat,” kata Pemimpin Inisiatif dan Kemitraan GCF Alaa al-Faadhel dilansir dari Al Arabiya, Kamis (22/9/2022).

“Solusi terhadap ancaman yang meluas yang dihadapi anak-anak adalah dengan meningkatkan kesadaran akan masalah dan memastikan tindakan terpadu, dari pendidik hingga sektor swasta, dapat digerakkan. Kita semua memikul tanggung jawab untuk menciptakan tempat yang aman untuk belajar dan terhubung di ruang siber karena semakin mengakar dalam segala hal yang kita lakukan,” ujar dia.