Iran Berterima Kasih pada Irak karena Bebaskan Jamaah Haji Negaranya di Arab Saudi

Sabtu , 08 Oct 2022, 04:04 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Hafil
Jamaah haji Iran mengantri membeli kartu perdana lokal selepas tiba di Bandara AMA Madinah, Selasa (17/7). Tak seperti kebanyakan jamaah haji negara lain, seluruh jamaah haji pria Iran mengenakan setelan resmi ke Tanah Suci.
Jamaah haji Iran mengantri membeli kartu perdana lokal selepas tiba di Bandara AMA Madinah, Selasa (17/7). Tak seperti kebanyakan jamaah haji negara lain, seluruh jamaah haji pria Iran mengenakan setelan resmi ke Tanah Suci.

IHRAM.CO.ID,TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengucapkan terima kasih kepada Irak karena membantu pembebasan jamaah haji Iran dari penjara Saudi. Hal ini disampaikan Amirabdollahian di akun Instagram-nya pada Kamis (6/10/2022), seperti dilansir IRNA, Jumat (7/10/2022).

 

Terkait

Dia melakukan percakapan telepon dengan pejabat Irak Fuad Hussein. Dalam kesempatan itu ia berterima kasih atas upaya menteri Irak untuk membuka jalan bagi pembebasan seorang warga negara Iran dari tahanan di Arab Saudi.

Baca Juga

Jamaah haji Iran Khalil Dardmand yang bersama ibunya di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji ditangkap karena berfoto di depan Ka'bah sambil menunjukkan foto Letnan Jenderal Iran Martir Qassem Soleimani.

Setelah bebas, Dardmand terbang ke Teheran melalui jalur udara salah satu negara tetangga pada 3 Oktober, di mana ia disambut hangat oleh otoritas Iran, termasuk pejabat dari Kantor Pemimpin Tertinggi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Organisasi haji.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, menteri luar negeri Irak dan Oman membantu membuka jalan bagi bebasnya peziarah haji negaranya. Dalam pembicaraan telepon tersebut, para menteri luar negeri Irak dan Iran juga membahas isu-isu kepentingan bersama, khususnya provokasi yang baru-baru ini terjadi di wilayah Kurdistan Irak, terhadap Republik Islam Iran.

Menteri Iran juga mengatakan kepada mitranya dari Irak bahwa setelah empat dekade dan meskipun beberapa janji dibuat oleh otoritas wilayah Kurdi Irak, kelompok teroris bersenjata terus mengancam keamanan Iran dari dalam wilayah tersebut.

Meski demikian, Iran ingin mengembangkan hubungan dengan Irak, seperti yang telah ditegaskan oleh pihak berwenang Iran. Amirabdollahian juga menambahkan, kelanjutan dari serangan dan tindakan teroris oleh kelompok teror, yang telah menemukan tempat yang aman di dalam wilayah Kurdi Irak dan menargetkan keamanan nasional Iran, tentu tidak dapat diterima.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini