Senin 31 Oct 2022 21:40 WIB

Barat tak Berhenti Menyanjung al-Qali

Sanjungan terhadap al-Qali tak pernah reda.

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.
Foto: Photobucket.com/ca
Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.

IHRAM.CO.ID,  Sanjungan terhadap al-Qali tak pernah reda. Salah satunya terlontar dari sejarawan bernama Julie Scott dan Paul Starkey dalam buku Encyclopedia of Arabic Literature. Menurut mereka, al-Qali merupakan tokoh kunci dalam transfer pemikiran ataupun tradisi kajian tata bahasa Arab ke dunia Barat.

Scott dan Starkey mengungkapkan, al-Qali menyusun karya-karya penting pada bidang leksikografi, gramatika, dan sastra. Sayangnya, sebagian karya tersebut kini tidak diketahui keberadaannya. Kitab al-Bari, misalnya, kendati masih tersimpan di British Museum, sudah tak utuh. Begitu pula di Bibliotheque Nationale, Paris.

Baca Juga

Manuskrip di British Museum sebelumnya telah diedit oleh AS Fulton dan sejak itu memberikan khazanah baru dalam ilmu linguistik di Eropa. Fulton menyatakan, al-Bari merupakan karya leksikon bahasa Arab paling komprehensif hingga saat ini. Kitab ini terdiri atas164 bab.

Fulton menambahkan, karya tersebut juga mencakup lebih dari 4.446 perbendaharaan kata. Dalam History of the Arabs, Phillip K Hitti menilai, kajian bahasa dan tata bahasa Arab menjadi suatu keniscayaan untuk mempelajari dan memahami Alquran yang berbahasa Arab.

Sebelum al-Qali, sudah muncul nama Abu al Aswad al Duali (wafat 688) sebagai perintis tata bahasa Arab yang legendaris. Pada awalnya, perkembangan kajian tata bahasa Arab berjalan lamban serta memperlihatkan dengan jelas pengaruh Yunani. Kepeloporan al-Duali diteruskan oleh al-Khalil ibnu Ahmad, seorang tokoh ulama asal Basra.

Hitti mengungkapkan, al-Khalil adalah orang pertama yang menyusun kamus bahasa Arab, yakni Kitab al Ayn. Muridnya yang berasal dari Persia, Sibawayh, dan meninggal pada 793 Masehi lantas menyusun buku teks sistematis pertama tentang gramatika bahasa Arab yang dikenal dengan al-Kitab. Karya ini menjadi landasan penting bagi kajian bahasa. 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement