Kamis 17 Nov 2022 20:39 WIB

Sleman akan Tata Kawasan Kumuh

Revitalisasi ini dilakukan sebagai usaha pemerintah untuk pengentasan kawasan kumuh.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ani Nursalikah
Pementasan wayang milehnium wae di Sungai Code, Sleman, Yogyakarta, Senin (24/10/2022). Pementasan seni Air Mata Air antarseniman ini dalam rangka Festival Tujuh Candi Sleman. Acara ini sebagai bentuk kegelisahan seniman atas kondisi Sungai Code saat ini. Sleman akan Tata Kawasan Kumuh
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pementasan wayang milehnium wae di Sungai Code, Sleman, Yogyakarta, Senin (24/10/2022). Pementasan seni Air Mata Air antarseniman ini dalam rangka Festival Tujuh Candi Sleman. Acara ini sebagai bentuk kegelisahan seniman atas kondisi Sungai Code saat ini. Sleman akan Tata Kawasan Kumuh

IHRAM.CO.ID, SLEMAN -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) akan merevitalisasi kawasan padat penduduk di Kabupaten Sleman. Tepatnya, di RW 8 Pringgodani, Padukuhan Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok.

Revitalisasi ini dilakukan sebagai usaha pemerintah untuk pengentasan kawasan kumuh yang menjadi tempat tinggal masyarakat. Adi Eryadi dari Tim Kotaku Kemen PUPR mengatakan pemilihan daerah ini karena memiliki beberapa permasalahan kumuh.

Baca Juga

Permasalah tersebut, antara lain ketidakteraturan bangunan karena di Mrican berdiri secara tidak beraturan dan berdempetan. Selain itu, jalan lingkungan yang berada di RW 8 juga tidak memenuhi standar, yaitu luas jalannya kecil serta minim drainase.

Permasalahan lain, limbah yang sudah melebihi kapasitas, persoalan persampahan dan proteksi kebencanaan. Bencana yang dimaksud, misalnya kebakaran karena kepadatan bangunan yang menyebabkan tidak adanya akses mobil damkar.

 

Kemudian, potensi banjir akibat meluapnya Sungai Gajah Wong yang berbatasan langsung dengan wilayah Mrican. Terkait permasalahan tersebut, mereka sepakat permasalahan di Mrican ini nanti akan ditangani secara kolaboratif.

"Artinya, nantinya akan ada keterlibatan dari pemerintah pusat, Pemkab Sleman, masyarakat dan Pemerintah Kalurahan," kata Adi saat melakukan tinjauan langsung ke lokasi RW 8 Pringgodani, Mrican, Sleman, Selasa (15/11/2022).

Adi mengungkapkan, nantinya program Kotaku akan melakukan penataan ulang terhadap bangunan yang ada di RW 8 Pringgodani, antara lain pergeseran bangunan yang ada di pinggir sungai sejauh tiga meter untuk meminimalisasi banjir. Kemudian, pembangunan jalan inspeksi di sepanjang bibir sungai untuk memberikan akses transportasi yang lebih mudah. Ia berharap pembangunan jalan inspeksi selebar minimal tiga meter.

Hal ini akan meminimalisasi dampak banjir. "Kedua, memudahkan jangkauan transportasi pelayanan publik seperti damkar, ambulans dan mobil sampah dan penguras IPAL," ujar Adi.

Sub-Koordinator Kelompok Substansi Perumahan Formal Bidang Perumahan Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, Agung Yuntoro menuturkan Pemkab Sleman akan melakukan pendampingan terhadap realisasi program Kotaku di Mrican ini. Dari kabupaten ada pendampingan, baik pendampingan pekerjaan fisik yang tidak dikerjakan oleh pemerintah pusat. Ke depan, perencanaan terkait pemberdayaan masyarakat karena daerah ini akan dikembangan dengan mengusung tema edupark.

Agung menekankan, dengan tema tersebut nantinya akan ada beberapa program dari Pemkab Sleman yang akan masuk. Tujuannya, untuk mengembangkan potensi dan memberdayakan masyarakat di RW 8 Pringgodani, Mrican, dari berbagai sisi.

"Baik dari pendidikan, pariwisata dan sisi SDM-nya," kata Agung. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement