Raja Saudi Hingga Presiden UEA Sampaikan Belasungkawa Atas Gempa Cianjur

Selasa , 22 Nov 2022, 22:42 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pengungsi terdampak gempa berada di dalam tenda posko pengungsian di Taman Prawatasari, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 14 posko pengungsian disediakan untuk memfasilitasi 13.784 pengungsi yang terdampak gempa berkekuatan 5,6 SR di Cianjur. Republika/Putra M. Akbar
Pengungsi terdampak gempa berada di dalam tenda posko pengungsian di Taman Prawatasari, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 14 posko pengungsian disediakan untuk memfasilitasi 13.784 pengungsi yang terdampak gempa berkekuatan 5,6 SR di Cianjur. Republika/Putra M. Akbar

IHRAM.CO.ID,RIYADH–Para pemimpin Saudi dan negara-negara Teluk mengirimkan belasungkawa kepada presiden Indonesia, Joko Widodo setelah gempa mematikan di Cianjur, Jawa Barat. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyampaikannya menurut Saudi Press Agency (SPA).

 

Terkait

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa (22/11/2022), dalam sebuah surat kepada Presiden Indonesia, Putra Mahkota, yang juga Perdana Menteri menuturkan belasungkawa yang paling hangat dan simpati yang tulus kepada keluarga korban.

Baca Juga

Gempa Senin terjadi di darat di Cianjur, sekitar 75 kilometer tenggara ibu kota Jakarta, dan pada kedalaman 10 kilometer, kata badan cuaca dan geofisika (BMKG). Lembaga itu menambahkan tidak ada potensi tsunami.

Dalam sebuah pernyataan, badan bencana nasional mengatakan beberapa rumah dan pesantren di daerah tersebut telah rusak, sementara para pejabat terus menilai kerusakan sepenuhnya. Gempa itu juga melukai 700 orang, kata seorang pejabat setempat dari kota yang paling parah dilanda gempa itu.

Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga mengirimkan pesan belasungkawa kepada Presiden Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa Cianjur sementara sebanyak 162 orang.

Muhadjir menyebut sebagian besar korban meninggal dunia anak sekolah karena waktu kejadian bersamaan waktu mengaji di Madrasaj diniyah di masjid. Hal ini karena sebagai kegiatan ruton di Cianjur setelah sekolah formal mereka mengikuti pendidikan non formal.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini