Strategi Musa bin Nusair Saat Menaklukan Andalusia

Selasa , 22 Nov 2022, 22:26 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Andalusia, Spanyol
Andalusia, Spanyol

IHRAM.CO.ID, Saat pembebasan Andalusia, Musa bin Nusair memiliki strategi yang sangat bijak, yaitu dengan membaurkan bangsa Arab dan Barbar. Ia melakukan hal tersebut agar bangsa Barbar merasa dihormati. Dengan kekuatan tersebut, Musa dapat memperluas wilayah kekuasaan ke seberang lautan, yaitu Andalusia.

 

Terkait

Dalam membuka wilayah tersebut, ia memberi kepercayaan kepada Tariq bin Ziyad sebagai pemimpin invasi. Tariq berhasil membuka wilayah Spanyol dan membagi pasukannya menjadi empat kelompok. Ia menyebarkan pasukan tersebut ke Cordoba, Malaga, Granada, dan Toledo.

Baca Juga

Sedangkan, Musa memimpin 10 ribu pasukannya ke Spanyol dan bertemu dengan Tariq di Toledo. Penaklukan Spanyol terus berjalan hingga ke Zaragoza, Aragon, Leon, Astoria, dan Galicia. Seluruh daratan Spanyol berhasil ditaklukkan pasukan Muslim pada 86 H (715 M), di bawah pemerintahan Khalifah Walid.

Akan tetapi, khalifah meminta Musa untuk menghentikan penaklukan karena mencemaskan masa depan pasukan dan akibat yang ditimbulkan bila masuk terlalu jauh ke dalam wilayah Spanyol. Ia diminta kembali ke Damaskus.

Sebelum kembali ke Damaskus, Musa mengangkat anaknya yang bernama Abdulaziz sebagai penguasa Cordoba. Ia juga mengangkat anaknya yang bernama Abdullah untuk menjadi gubernur Afrika.

Penaklukan Spanyol oleh Musa dan Tariq memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sosial dan politik pada masa itu. Kediktatoran dan penganiayaan yang biasa dilakukan oleh orang Kristen digantikan oleh toleransi yang tinggi dan sikap saling menghormati.

Ketika Musa tiba di Palestina, Khalifah Walid sakit keras. Setelah Khalifah Walid meninggal, takhta Kekhalifahan Umayyah diduduki oleh Sulaiman bin Abdul Malik. Pada masa pemerintahan Sulaiman, Musa tetap dijadikan sebagai panglima angkatan bersenjata. Ia diajak Khalifah Sulaiman menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah pada 98 H.

Selama penaklukannya di Andalusia, Musa tergolong panglima yang bernasib baik. Konon, ketika ia menaklukkan Andalusia, ada seseorang yang berkata kepadanya untuk mengutus sejumlah pasukan. Orang tersebut akan menunjukkan harta karun yang agung kepadanya. Maka, Musa mengutus sejumlah pasukan mengikuti orang tersebut ke suatu tempat.

Ketika sampai, pasukannya diminta untuk menggali di tempat yang ditunjuk. Setelah menggali, mereka menemukan sebuah ruangan besar berisi permata dan harta yang sangat banyak. Ibnu Asakir meriwayatkan, ketika Musa berkunjung ke Damaskus, Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah bertanya kepadanya mengenai kejadian paling ajaib yang pernah dialami selama berperang di lautan.

Musa berkata, Suatu ketika kami sampai di sebuah pulau. Di sana kami menemukan 16 kendi yang disegel dan dicap oleh Sulaiman bin Dawud. Maka, kuperintahkan untuk mengambil empat kendi dan melubangi salah satunya. Dari lubang itu muncul sosok setan yang menepuk-nepuk kepalanya sambil berkata, Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan berbuat kerusakan lagi di bumi.""

Sesaat, setan itu melihat ke sekelilingnya dan berkata, Mengapa aku tidak mendapati kemegahan Sulaiman dan kerajaannya? Lalu, setan itu menghilang. Musa lalu memerintahkan agar ketiga kendi tadi dikembalikan ke tempat semula. Musa meninggal pada 97 H di Lembah Qura.

sumber : Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini