BMKG Minta Warga Yogyakarta Waspada Hujan Disertai Petir Tiga Hari ke Depan

Rabu , 07 Dec 2022, 13:31 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Pesepeda menggunakan jas hujan menembus hujan di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (17/10/2022). BMKG Yogyakarta mengingatkan cuaca ekstrim yang terjadi di Yogyakarta. Potensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan terjadi dan menghimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem ini. BMKG Minta Warga Yogyakarta Waspada Hujan Disertai Petir Tiga Hari ke Depan
Pesepeda menggunakan jas hujan menembus hujan di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (17/10/2022). BMKG Yogyakarta mengingatkan cuaca ekstrim yang terjadi di Yogyakarta. Potensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan terjadi dan menghimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem ini. BMKG Minta Warga Yogyakarta Waspada Hujan Disertai Petir Tiga Hari ke Depan

IHRAM.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga di Daerah Istimewa Yogyakarta mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang selama tiga hari ke depan.

 

Terkait

"Curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah DIY untuk periode 7-9 Desember 2022," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono melalui keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga

Menurut Warjono, potensi cuaca ekstrem selama periode itu berdasarkan prakiraan dipicu oleh anomali suhu di permukaan Laut Jawa dan Samudera Hindia. Warjono menjelaskan anomali suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa dan El Nino Southern Oscillation (ENSO) berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.

Selain itu, ia mengatakan terpantau pula sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera dan Kalimantan Barat yang menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi (pertemuan massa udara) dan shearline (daerah belokan angin) di wilayah Jawa dan Laut Jawa sehingga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.

Warjono mengatakan kelembaban udara yang cukup tinggi mencapai lebih dari 90 persen dan labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia termasuk DIY.

Berdasarkan kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kejadian cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung. "Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," ujar dia.

Dia menyebutkan pada 7 Desember 2022, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulon Progo dan Gunungkidul. Berikutnya pada 8 Desember 2022, diperkirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian Utara dan Gunungkidul. Sedangkan pada 9 Desember 2022 di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini