Jumat 27 Jan 2023 11:07 WIB

UEA Luncurkan Misi Astronaut Arab Jangka Panjang Pertama

Misi astronaut dijadwalkan meluncur pada 26 Februari 2023.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Roket SpaceX Falcon 9, dengan muatan termasuk dua penjelajah bulan dari Jepang dan Uni Emirat Arab, lepas landas dari Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, Ahad 11 Desember 2022. UEA Luncurkan Misi Astronaut Arab Jangka Panjang Pertama
Foto: AP/John Raoux
Roket SpaceX Falcon 9, dengan muatan termasuk dua penjelajah bulan dari Jepang dan Uni Emirat Arab, lepas landas dari Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, Ahad 11 Desember 2022. UEA Luncurkan Misi Astronaut Arab Jangka Panjang Pertama

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Pusat Antariksa Mohammed bin Rashid Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan misi astronaut Arab jangka panjang pertama dijadwalkan meluncur pada 26 Februari 2023.

Seperti dilansir Arab News, Jumat (27/1/2023), pesawat ruang angkasa SpaceX Dragon di atas roket Falcon 9 akan membawa astronaut UEA dan spesialis misi Sultan Al Neyadi. Mereka akan bergabung bersama dua astronaut NASA yakni komandan misi Stephen Bowen dan pilot Warren Hoburg, dan kosmonaut Roscosmos Andrey Fedyaev.

Baca Juga

 

Tentang informasi misi utama ini seperti waktu peluncuran dan peluang peluncuran telah diumumkan dalam pengarahan media ikhtisar misi Kru-6 NASA sebagaimana dilaporkan  Kantor Berita Emirates pada Kamis (26/1/2023)

 

“Kami bangga membicarakan misi kedua kami di bawah Program Astronaut UEA dan misi pertama Sultan ke luar angkasa. Program luar angkasa manusia kami dimulai pada 2017 di mana kami memilih dua astronaut pertama kami, Hazzaa Al-Mansoori dan Sultan Al-Neyadi. Kami memiliki misi pertama kami ke ISS pada 2019, yang berdampak pada ratusan ribu orang,” kata Direktur Jenderal MBRSC Salem Humaid Al-Marri.

 

“Hari ini, Al-Neyadi adalah astronaut yang sangat cakap dan dia bersama rekannya Al Mansoori memiliki total lima tahun pelatihan, termasuk pelatihan EVA dan operasi di ISS. Kami memiliki lebih dari 20 eksperimen sains dari universitas UEA dalam misi mendatang dan banyak kegiatan penjangkauan yang dilakukan di seluruh wilayah," tambahnya.

 

Sementara itu Sultan Al Neyadi antusias untuk melakukan misi itu. “Gagasan untuk bangun setiap pagi dan memiliki akses ke jendela seperti Cupola, di mana seseorang dapat memindai seluruh dunia dalam 90 menit, sungguh menakjubkan, dan saya percaya itu benar-benar keluar dari dunia ini. Perjalanan ke luar angkasa oleh Al-Mansoori menandai kehadiran konsisten UEA di luar angkasa. Perdana menteri kami berjanji melanjutkan penerbangan ini, dan sekarang kami berbicara tentang misi kedua ke Stasiun Luar Angkasa Internasional," katanya.

“Kali ini kami menaikkan standar menjadi enam bulan, dan kami sekarang memiliki dua pelatihan astronaut tambahan dengan kelas 23. Saya juga ingin melihat bendera UEA di permukaan bulan, dibawa di bahu seorang astronaut UEA. UEA melakukan pekerjaan yang sangat baik, dan saya yakin dalam 10 tahun ke depan, kami akan mengikuti upaya internasional untuk pergi ke luar angkasa dan mendorong batas eksplorasi," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement