Rabu 08 Feb 2023 17:24 WIB

Cendekiawan Muslim Serukan Bantuan Mendesak untuk Turki dan Suriah

Kami menyatakan solidaritas penuh dengan Turki dan Suriah setelah gempa.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
 Para pelayat mengubur anggota keluarga yang meninggal dalam gempa dahsyat yang mengguncang Suriah dan Turki di sebuah pemakaman di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Selasa (7/2/2023). Seorang bayi perempuan ditemukan terkubur di bawah puing-puing dengan tali pusarnya masih utuh terkait dengan ibunya, Afraa Abu Hadiya, yang ditemukan tewas, menurut kerabat dan dokter. Bayi itu adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dari bangunan yang runtuh pada Senin di Jinderis, di sebelah perbatasan Turki, Ramadan Sleiman, seorang kerabat, mengatakan kepada The Associated Press.
Foto: AP Photo/Ghaith Alsayed
Para pelayat mengubur anggota keluarga yang meninggal dalam gempa dahsyat yang mengguncang Suriah dan Turki di sebuah pemakaman di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Selasa (7/2/2023). Seorang bayi perempuan ditemukan terkubur di bawah puing-puing dengan tali pusarnya masih utuh terkait dengan ibunya, Afraa Abu Hadiya, yang ditemukan tewas, menurut kerabat dan dokter. Bayi itu adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dari bangunan yang runtuh pada Senin di Jinderis, di sebelah perbatasan Turki, Ramadan Sleiman, seorang kerabat, mengatakan kepada The Associated Press.

IHRAM.CO.ID, DOHA -- Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) menyerukan untuk memberikan bantuan mendesak ke Turkiye dan Suriah. Dua negara ini tengah menghadapi kehancuran besar-besaran dan hilangnya nyawa, akibat gempa berkekuatan 7,8 SR.

"Kami menyatakan solidaritas penuh dengan Turki dan Suriah setelah gempa. Kepada negara-negara Islam, lembaga amal dan kemanusiaan, serta dermawan diharap dapat memberikan bantuan mendesak dan mengirim zakat, sedekah umum, dan lainnya," ujar Sekretaris Jenderal IUMS, Dr. Ali Qaradaghi, dikutip di Middle East Monitor, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan memberi bantuan ini adalah salah satu kewajiban yang sah, terhadap saudara-saudara di Turki dan Suriah.

Dalam menjalankan fungsinya, Qatar Charity mengumumkan peluncuran kampanye bantuan untuk korban gempa bumi. Mereka mengatakan terus bekerja untuk memberikan bantuan kepada ribuan keluarga dan masyarakat yang terkena dampak gempa bumi.

 

Para korban disebut tidak dapat mengamankan kebutuhan dasar mereka, mengingat kondisi cuaca buruk yang menghambat operasi pencarian dan penyelamatan.

Upaya memberikan bantuan juga dilakukan oleh Masjid Green Lane di Birmingham, Inggris. Mereka meluncurkan penggalangan dana mendesak untuk membantu para korban gempa, yang kini dilaporkan lebih dari 5.000 orang meninggal dunia.

Upaya besar internasional besar sedang berlangsung.  Bangunan yang telah menjadi puing-puing membuat penduduk kehilangan tempat tinggal dan menghadapi kondisi dingin yang membekukan.

Kebanyakan masyarakat sekarang tinggal di taman dan ruang terbuka, takut akan getaran lebih lanjut. Satuan tugas dari Masjid Green Lane, bermitra dengan Islamic Relief, sedang bekerja di Suriah Utara dan Turki.

Masjid itu mengimbau orang-orang dan jamaahnya untuk memberi bantuan dengan murah hati, sehingga mereka dapat mengirimkan persediaan, kebutuhan pokok, maupun hibah uang tunai bagi keluarga untuk membeli makanan.

Pihak masjid mengumumkan, sumbangan sebesar 50 pound sterling (Rp 912.393) dapat menyediakan pasokan medis, 80 pound sterling (Rp 1.459.830) akan digunakan untuk hibah tunai untuk satu keluarga. Sementara bantuan sebesar 168 pound sterling (Rp 3.065.643) digunakan untuk menutupi tempat tinggal bagi dua keluarga.  

Sumber:

https://www.middleeastmonitor.com/20230207-muslim-scholars-call-for-urgent-aid-for-turkiye-syria-after-massive-quake/

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement