Selasa 21 Feb 2023 12:02 WIB

Menag Minta Petugas Haji Wanita Diperbanyak

Jumlah jamaah haji perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyambut jamaah calon haji kloter pertama dari embarkasi Solo setibanya di Bandar Udara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA), Madinah, Sabtu (3/6/2022). Menag Minta Petugas Haji Wanita Diperbanyak
Foto: ANTARA/Media Center Haji 2022
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyambut jamaah calon haji kloter pertama dari embarkasi Solo setibanya di Bandar Udara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA), Madinah, Sabtu (3/6/2022). Menag Minta Petugas Haji Wanita Diperbanyak

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Persiapan pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M terus dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memperbanyak kuota petugas haji perempuan.

"Saya minta petugas perempuan diperbanyak karena jamaah perempuan itu sebenarnya jumlahnya lebih banyak daripada jumlah jamaah laki-laki. Sekali lagi, diperbanyak petugas perempuan," ujar Menag Yaqut dalam agenda rapat persiapan penyelenggaraan ibadah haji paska penetapan BPIH, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga

Penambahan jumlah petugas wanita ini lebih dikhususkan lagi dalam hal pembimbing ibadah. Pembimbing ibadah disampaikan harus lebih banyak pembimbing perempuan, daripada pembimbing laki-laki.

Menag menyebut, prinsip yang diutamakan adalah selain memberikan perhatian kepada jamaah lanjut usia (lansia), jamaah perempuan harus diberikan perhatian lebih dari laki-laki.

Tidak hanya itu, Menag Yaqut juga mengimbau supaya petugas haji harus benar-benar dipastikan siap bekerja melayani jamaah melalui proses seleksi. "Itu harus dites betul. Beneran dipilih," katanya.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan haji tahun ini, Kemenag juga berupaya memberikan perhatian khusus bagi jamaah lansia. Diperkirakan ada sekitar 64 ribu jamaah lansia yang akan berangkat ke Tanah Suci, karena dua tahun (2020 dan 2021) tidak ada keberangkatan haji dan pembatasan usia bagi jamaah yang diperkenankan menunaikan ibadah haji pada 2022.

Karena itu, Kemenag akan memasukkan materi manasik khusus jamaah haji lansia di pelaksanaan bimbingan manasik reguler. Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat, mengatakan penguatan materi ini sejalan dengan semangat Haji Ramah Lansia pada tahun ini.

"Pentingnya memasukkan materi manasik haji ramah lansia menyesuaikan dengan kebijakan haji 2023 ini sebagai haji ramah lansia,” kata dia.

Selain materi bimbingan manasik, manasik haji lansia tersebut mencakup info materi penggunaan fasilitas, alat dan sarana prasarana selama dalam pesawat dan akomodasi di Arab Saudi, baik secara manual ataupun dalam bentuk video. Pihaknya juga menyediakan materi kesehatan jamaah haji. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement