Rabu 21 Jul 2021 17:04 WIB

Satgas: Banyak Warga Tanjungpinang Jalani Isoman Meninggal

Warga yang mengalami gejala tidak bisa dirawat di RS karena tidak ada ruangan.

Red: Ani Nursalikah
Satgas: Banyak Warga Tanjungpinang Jalani Isoman Meninggal. Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal untuk pelajar untuk mendukung serta mempercepat program vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Foto: ANTARA/Rony Muharrman
Satgas: Banyak Warga Tanjungpinang Jalani Isoman Meninggal. Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal untuk pelajar untuk mendukung serta mempercepat program vaksinasi nasional. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

IHRAM.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyatakan banyak warga yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. "Hampir setiap hari warga positif Covid-19 di Tanjungpinang yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. Kadang sehari ada dua kasus warga yang meninggal dunia saat isoman," kata Koordinator Lapangan Satgas Penanganan Covid-19 Tanjungpinang Surjadi, Rabu (21/7).

Surjadi menegaskan penanganan Covid-19 harus diimbangi dengan ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit dan tempat karantina terpadu yang diawasi oleh tenaga kesehatan. Jika tempat tidur dan ruang untuk perawatan pasien Covid-19 terbatas, dikhawatirkan jumlah warga yang meninggal dunia karena tidak dapat ditangani secara maksimal terus bertambah.

Baca Juga

"Kita harus bekerja keras agar penularan Covid-19 dapat dicegah, dan seluruh pasien ditangani dengan baik," ucapnya.

Menurut dia, warga yang melakukan isolasi mandiri tidak semuanya dalam kondisi tidak bergejala. Sejumlah warga yang mengalami gejala, yang ingin dirawat di rumah sakit terpaksa menjalani isolasi mandiri lantaran tidak mendapatkan tempat tidur di ruang rawat.

 

Kondisi keterpakaian kamar tidur di RSUD Tanjungpinang, Rumah Sakit Angkatan Laut dan RSUP Kepri saat ini sudah kritis. Keterpakaian kamar tidur rata-rata mencapai 95 persen, meski sudah ditambah ruangan dan tempat tidur.

Penggunaan tempat tidur di RSUD Tanjungpinang untuk pasien Covid-19 sudah melewati 50 persen. Selain itu, Mes Pemda Tanjungpinang akan dimanfaatkan untuk pasien yang dirawat, namun bukan sakit karena tertular Covid-19.

"Kami berharap RSUP Kepri menambah ruangan dan tempat tidur untuk pasien Covid-19, sehingga pasien Covid-19 yang bergejala dapat dirawat secara intensif," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement