Kamis 26 Sep 2013 13:09 WIB

Masjidil Haram Semakin Padat

Rep: nur hasan murtiaji/ Red: Taufik Rachman
 Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10).  (Hassan Ammar/AP)
Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Memasuki hari ke-16 sejak jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama berangkat dari Tanah Air, suasana di Masjidil Haram makin padat. Sudah 95 kloter atau 38.755 jamaah diterbangkan menuju Tanah Suci per Kamis (26/9) pukul 01.00.

Slamet, jamaah dari Embarkasi Solo asal Brebes mengakui Masjidil Haram makin padat dengan jamaah menjelang makin dekatnya puncak wukuf pada 14 Oktober. "Suasana jadi tambah ramai," kata Slamet yang saat ditemui usai menunaikan shalat Maghrib di Masjidil Haram, Rabu (25/6).

Pantauan Republika, keramaian sangat terasa bahkan satu jam sebelum waktu Maghrib. Jamaah dari berbagai negara mulai berdatangan ke Makkah, termasuk jamaah haji Indonesia. Jamaah bahkan sudah mulai melebar dalam melaksanakan shalatnya hingga pelataran Masjidil Haram dipenuhi jamaah.

Tidak mudah menemukan tempat kosong jika jamaah datang ke Masjid 10 menit menjelang Maghrib. Malahan, besar peluangnya jamaah yang tiba pada waktu tersebut mendapatkan tempat shalat di pelataran masjid.

Area tawaf pun makin padat oleh jamaah, demikian pula dengan tempat sai. Proyek renovasi dan pembangunan Masjidil Haram menyebabkan area tawaf maupun sai mengalami penumpukan orang. Tak sedikit jamaah yang tersesat jalan.

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, sejak Rabu (25/9) jamaah gelombang kedua mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka tidak lagi menuju Madinah setibanya di Arab Saudi, melainkan langsung ke Makkah untuk menunaikan umrah.

Jika sebelum gelombang kedua tiba Makkah menerima 12 sampai 15 kloter per hari, setelahnya bisa menjadi 18 hingga 20 kloter.

Bebab petugas Daker Makkah bertambah karena jika biasanya hanya menerima 2.500 hingga 5.000 jamaah per hari, ke depan menjadi 6.000 sampai 7.000 orang. "Sekarang petugas harus siap menjemput lima sampai delapan kloter," kata Arsyad.

Menghadapi gelombang jamaah dari dua arah, Madinah dan Jeddah, Daker Makkah sudah menyiapkan layanan secara maksimal. Armada transportasi akan ditambah setiap saat disesuaikan dengan kondisi. Sedangkan, pemondokan yang sudah ditempati jamaah maupun belum serta pengamanan terus dimonitor.

Sembilan titik yang menjadi peluang jamaah tersesat sudah dijaga secara ekstra. Penempatan petugas ini juga untuk mempersempit ruang gerak pelaku aksi kriminal yang beroperasi di Masjidil Haram.

Terkait kepadatan jamaah di Masjidil Haram, Arsyad mengimbau jamaah menjadwal pelaksanaan umrah. "Cari waktu-waktu yang lengang, sekitar pukul 21.00 ke atas atau pagi hingga selepas Zhuhur," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement