REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kepala Pengamanan Masjidil Haram Brigjen Yahya Bin Mus'aid Az-Zahraini menjelaskan, pekerjaan renovasi di Masjidil Haram, diperkirakan pada akhir bulan Dzulqa’dah akan selesai.
“Semua yang terlihat dari proyek perluasan ini tidak lain adalah untuk memberikan kemudahan dan tempat yang lebih luas dan nyaman bagi jamaah haji. Ini menjadi tugas khadimul haramain,” terangnya, saat menerima kunjungan dari rombongan Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, di Makkah, Kamis (26/9).
“Proyek ini insya Allah akan berlangsung selama 3 tahun. Ini tahun pertama. Kalau sudah selesai, insya Allah akan lebih banyak menampung jamaah,” imbuhnya.
Ketika ditanya Pengendali Teknis Keamanan Jamaah Haji Indonesia, Abu Haris, mengenai kesiapan lantai 1 dan bagian atap yang sedang dibangun sebagai tempat tawaf, Yahya menegaskan bahwa Insya Allah, baik di bawah, lantai 1, ataupun bagian atap akan bisa dipakai untuk tawaf menjelang puncak haji.
Yahya menegaskan, Pemerintah Saudi sangat siap dengan kedatangan jamaah, baik terkait masalah keamanan, ataupun lainnya. “Sekuat tenaga kami akan mengupayakan keamanan dan ketenangan bagi jamaah,” katanya.
Namun, jamaah haji tetap diminta untuk menghindari desak-desakan di Jamarat, serta tidak berkumpul di pintu sehingga tidak mengganggu mobilitas jamaah lainnya dalam menjalankan ibadah.




